Terapi Urine – Petenteng (2017)
Kami selalu bingung setiap kali Terapi Urine merilis sesuatu, mau Album, EP, Single atau Kompilasi mereka itu seperti tidak pernah serius menanganinya. Tetapi herannya, kenapa banyak orang waras yang sengaja menunggu rilisan mereka. Ya, selamat datang di dunia TERAPI URINE.
Kalau ada yang bilang Terapi Urine adalah sebuah band grindcore, kami sangat tidak setuju. Untuk ukuran Terapi Urine, mereka tidak pernah serius nge-band. Bagi kami, mereka cuma grup lawak yang kebetulan saja selalu tampil di acara musik dan para personilnya kebetulan bisa bermain musik.
Kehadiran Terapi Urine pada atmosfir musik underground adalah eksperimen paling berani yang pernah ada. Memainkan musik grindcore dengan santai dan mengganti tema politik, perang dan korupsi menjadi obrolan dan bercandaan kaum pekerja serta anak tongkrongan. Dan kenyelenehan ini bukannya menurunkan kesan musik grindcore yang ‘hitam’, melainkan membawa grindcore jauh kesamping, ke sisi lain yang lebih ‘mejikuhibiniu’.
Dan sekarang, candaan Terapi Urine semakin tidak masuk akal, mereka mau rilis mini album dadakan. Lima ratusan. Via Instagram. Iya, Instagram. “Ah, Bercanda kali?”. Serius! Coba akses akun instagram @terapiurine.petenteng dan satu album penuh grup lawak ini akan kalian temukan.
Untuk urutan trek-nya tidak tahu pasti, kita asumsikan berdasarkan urutan posting-nya, toh mendengarkan lagu ini dari urutan mengacak pun tidak mengurangi unsur kekampretan mereka. Dan usahakan mendengarkan mereka jangan serius-serius amat.
Tacvlt, ditulis se-kvlt mungkin. Memparodikan lagu ‘Lihat Kebunku’ menjadi ‘slengean’, lirik-lirik yang kacau. Riff gitar awal melengking menjadi pembuka lagu ‘horor’ ini, seperti teriakan orang disayat, namun mereka cuma galak di intro.
Trek ‘Gombal’ dibuat untuk para metalhead yang suka foto sok pierce, cuma mengkerut ketika pacar kamu marah, coba rayu dengan lagu ini. Atau mungkin kalau tidak berhasil bisa kamu rayu ulang dengan menggunakan bahasa blepetan yang akan diajarkan dalam lagu ‘Vicky’.
Lagu ‘Makan’ & ‘Lagu Ayam’ yang durasinya sangat singkat ini cuma bisa geleng kepala. Kok bisa lagu begini, liriknya begini, musiknya Cuma begini tapi jadi lagu. Di lagu ‘Lapar’, Adipati dari The Kuda mengisi vokal pada lagu ini yang diundang secara mendadak. Isi lagunya cuma pantun ‘ngeselin’ yang dibuat mendadak pula.
Lalu ada lagu dedikasi untuk musik ‘Thrash’ yang diberi judul sama dengan genre musik tersebut. Isinya adalah parodi lagu ‘Keluarga Cemara’. Dan terakhir, ‘Existensi’ dan ‘Cicil’, lagu yang berkesinambungan sesuai temanya menutup akun ini sebagai mini album.
Grindcore bukanlah musik yang harus dimainkan secara mahir dan lihai secara musikalitas, dan mungkin itu di amini oleh Terapi Urine. Oleh karena itu, sebagai diferensiasi dari grindcore itu sendiri, Terapi Urine bermain-main dengan aksi panggung dan lirik-lirik yang aneh bin nyebelin. Sehingga 9 lagu dalam mini album ‘Petenteng’ adalah cara tepat untuk ber-moshing ria sambil cekikikan bareng teman seper-moshpit-an
Akhirul kalam, Terapi Urine bukanlah referensi musik yang tepat jika ingin menjadikan mereka influence secara musikalitas ala grindcore tegas nan sangar, namun kalau kalian ingin menyaingi attitude mereka sebagai grup lawak grindocore, mohon maaf, mereka adalah ketenaran itu. Cium manis dari Terapi Urine.
https://berisikid.com/terapi-urine-petenteng-2017/









