Teruntuk kamu
Pagi itu penuh keragu-raguan, penasaran tapi takut menjatuhkan angan. Mencoba, tidak, mencoba atau tidak, selalu saja seperti itu yang berputar dalam pikiranku. Tidak dicoba tapi sungguh penasaran, banyak yang telah berbicara seakan mengarahkan untuk melakukan. Bismillah saja, apapun itu adalah yang terbaik dari pemilik kita sesungguhNya.
Akhirnya ku mencoba, taruh alat uji, lalu hasilnya membuat jiwamu bergetar, kehabisan kata, iya pastinya, bingung harus bagaimana. Memberitahu pasanganmu, akhirnya bingung bersama, seakan tidak percaya, bahwa kamu nyata berkah terbesar dariNya..
Ya seperti itulah kisahmu nak, kami bersyukur Allah menitipkanmu. Kabar baik seiring dengan ujian dariNya, semoga kelak dimudahkan dalam tiap prosesnya.
Kami teramat menyayangimu bahkan walau hanya lewat monitor itu. Detak jantungmu, perkembanganmu adalah hal yang selalu dinanti. Seketika calon ibumu sangat kangen dengan almarhumah nenekmu, perjuangan menjadi seorang ibu adalah garis takdir luar biasa yang diberikan olehNya.
Teruntuk kamu, yang kelak akan menjadi anak kami yang tidak sempurna ini











