Trời Sài Gòn vẫn bụi, lòng người thì vẫn rất nhiều gai.
seen from United States
seen from United States

seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from Australia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Martinique

seen from United States

seen from United States
Trời Sài Gòn vẫn bụi, lòng người thì vẫn rất nhiều gai.
Tri thức và đống rác có gì khác nhau?
जीने की राह पुष्तक फ्री में मंगवाने के लिए अपने पते, फोन नंबर और पिनकोड के साथ जो नंबर दिया है उस पर मैसेज करके आप अपने घर पर 10 दिन में घर पर पा सकते हैं। #jeenekirah #freebooks #pieceoflife (at Mayapuri) https://www.instagram.com/p/B6hmTx3lzRW/?igshid=pnn6qtocgxt
Pagi hari di jalan raya kota Saigon 11 juni 1963, tercium bau daging yang terbakar. Dibantu dua orang biarawan, Thích Quảng Đức membakar dirinya sendiri.
Đức kerluar dari mobil, salah satu biarawan meletakan bantal dijalan, dan satu lagi membuka bagasi mobil, mengambil jerigen kemudian menyiramkan 5L bensin. Đức duduk dengan tenang. ia mengambil posisi meditasi lotus diatas bantal. Đức memutar tasbih sambil mengucapkan do'a pendek, menyalakan korek api dan menjatuhkannya.
“Api itu memancar dari seorang manusia. Badannya mengering dan berkerut, kepalanya hangus dan menjadi arang. Udara penuh dengan bau daging manusia yang terbakar; manusia terbakar begitu cepat. Saya dapat mendengar suara orang-orang vietnam yang menangis. Saya terlalu terkejut untuk menangis, terlalu bingung untuk membuat catatan atau mewawancara, bahkan terlalu limbung untuk berpikir … Ia terbakar tanpa menggerakan otot sedikitpun, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, ia memancarkan ketenangan yang sangat kontras dengan tangisan yang mengelilinginya.” Ucap David Halberstam, jurnalis peraih Pulitzer yang kebetulan berada di tempat kejadian mengabadikan kejadian langka itu.
Kejadian itu sebagai bentuk protes terhadap penganiayaan umat Buddha oleh pemerintah Vietnam Selatan yang Katholik Roma dibawah pimpinan presiden Ngô Đình Diệm.
source: wikipedia