MALANGTODAY.NET - Indonesia merupakan negara yang punya sektor pertanian melimpah, salah satunya adalah tanaman tebu. Dalam proses pengolahan batang tebu menjadi gula, pabrik gula mengeluarkan berbagai limbah, salah satunya limbah blotong yang memiliki bau tidak sedap. Sehingga dapat mengganggu pernapasan masyarakat sekitar pabrik gula. Limbah blotong adalah endapan kotor pada proses pemurnian nira dalam pengolahan batang tebu menjadi gula. Baca Juga: Bingung Membedakan Kurma yang Memiliki Manis Alami dan Buatan? Yuk, Ikuti 3 Tipsnya! Permasalahan limbah blotong ini menjadi ide awal tiga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKMPE) dengan judul Superkapasitor Berbahan Dasar Material Organik Ekstraksi Endapan Nira Kotor (Blotong) sebagai Inovasi Energi Terbarukan. Melalui PKMPE ini, tim yang beranggotakan Rizky Aditya Sawitri (Fisika, 2015), Lina Suryanti (Fisika, 2015), dan Fathinnatussifa (Fisika, 2015) melakukan program pemanfaatan limbah blotong menjadi Elektroda Superkapasitor. “Limbah blotong biasanya masih dimanfaatkan menjadi pupuk atau bahkan dibuang begitu saja di tempat pembuangan limbah, oleh karena itu demi meningkatkan pemanfaatan limbah blotong ini, kami menjadikannya sebagai Elektroda Superkapasitor yang merupakan device untuk menyimpan energi,” ujar Rizky. [caption id="attachment_238358" align="aligncenter" width="1068"] Alat untuk meneliti (Istimewa)[/caption] Baca Juga: CPNS 2018 Dibuka Juli, Ini Deretan Posisi yang Paling Diprioritaskan Ketersediaan limbah blotong ini, dapat disintesis menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan karbon aktif. Karbon ini akan dijadikan sebagai Elektroda Superkapasitor dan berpeluang digunakan untuk penyimpan energi terbarukan. Penyimpan energi terbarukan ini, menjadi inovasi baru untuk Pemerintah Indonesia, yang saat ini sedang menggencarkan program pemenuhan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia. [caption id="attachment_238357" align="aligncenter" width="1068"] Hasil penelitian (Istimewa)[/caption] Dalam penelitian ini, limbah blotong disintesis dengan 4 metode yaitu (1) metode pengovenan blotong murni dengan suhu 100selama 1 jam, (2) metode pencampuran dengan H2SO4, (3) metode karbonasi, dan (4) metode karbonasi+pencampuran dengan H2SO4. Baca Juga: Anti Salah Jurusan dengan Perencanaan Karir Menggunakan Psikodrama “H2SO4 digunakan sebagai aktivator dengan konsentrasi yang divariasi sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20%. Selain itu, pada metode karbonasi, suhu pemanasan divariasi sebesar 350 , 500, dan 700 dengan waktu pemanasan selama 2 jam,” tambah Fathinnatussifa. Tim PKM ini berusaha menemukan metode sintesis yang terbaik, untuk mendapatkan sampel limbah dengan kapasitansi yang paling besar untuk dijadikan Elektroda Superkapasitor. Dengan adanya program Elektroda Superkapasitor, diharapkan bisa meminimalisir dampak negatif yang dihasilkan dari limbah tersebut.