Percayalah, Ini Bukan Kesalahan Kiper yang Terlambat Datang
Ada yang aneh di pertandingan kedua Tebas FC. Arief FK yang biasanya menjadi pemain serba bisa, kini di posisi krusial, kiper.
PND13 masih dalam keadaan prima setelah kemenangan perdananya 5-1. Sedangkan Tebas FC masih dengan komposisi pemain yang 'gitu-gitu aja'. Pertandingan cukup ketat di awal pertandingan, kemudian merujuk kepada kesimpulan "siapa yang akan menang".
Babak pertama ditutup oleh keunggulan sementara PND13 dengan skor 2-1.
Oh, ternyata tidak sementara, tapi tetap saja, Tebas FC tidak dapat mengembalikan keunggulan hingga akhir laga. Ditambahnya 5 gol yang bersarang pada gawang Tebas FC, membuat para pemain Tebas FC menyalahkan posisi kiper saat itu yang seharusnya bukan ia yang menjaganya.
Babak kedua menyisakan 1 menit, Imon, kiper 'original' Tebas FC datang dengan rasa tak bersalah. Digawanginya Tebas FC yang memberi energi baru bagi timnya dengan menambahnya 2 gol lewat masing-masing Radja dan Ozza. Skor akhir 7-3 untuk kemenangan PND 13.
Kini Tebas FC bersarang di posisi 9 dengan perolehan 0 poin. Ya. 0 poin.
"Gue dateng bikin 2 gol kan tuh dalam satu menit, gimana gue nggak telat?" Gumam Imon merasa kekalahan timnya bukan karena ia terlambat.










