Tebarkan kebahagiaan
Dengan kondisi dan keadaan seperti ini, mau tidak mau mood seringkali berubah tanpa ampun. Kalau ngantuk apalagi, bisa jadi buas tiada tara. Dan itu jelas tidak baik. Dengan keadaan sering bertemu dengan orang yang sama pun tentu membuat keadaan diri seringkali tertebak oleh pihak lain. Baik kondisi sedang baik atau sedang buruk yang seburuk-buruknya. Disini begitu menyadari bahwa mood bisa sangat menular. Ketika melihat seseorang dengan muka datar, aura gelap, rasanya ikut jadi malesin banget kan. Padahal ikut-ikutan merasakan aura gelap tidak baik juga untuk kesehatan. Dengan aura gelap, maka buat senyum sedikit pun rasanya susaaaaah banget. Menurut salah seorang teman, bahwa dengan seringnya cemberut (tidak tersenyum) bisa membuat cepat tua dan mungkin stres juga bisa berasal dari sana. Ini harus mencari lebih banyak sumbernyan supaya lebih BAL :D Lagipula, bila melirik dengan logika, bisa jadi dengan jarang tersenyum (cemberut) bisa bikin wajah menjadi kaku. Pun ada pengaruhnya juga pada peredaran darah. Ah, iya harus benar mencari data '-')/ Kembali lagi ke senyuman. Senyuman tidak mesti muncul ketika bahagia. Bisa saja ketika sedang dalam aura gelap, tersenyum, bisa sedikitnya meredakan kegelapan itu. Tidak semestinya dalam keadaan 'jatuh' semua orang harus ikut merasakan 'jatuh'. Bahagia itu bisa menular, loh. Kalaupun aura gelap aja bisa menular, tentu dengan bahagia. Disinilah waktunya untuk memilih. Ketika sedang 'jatuh', mau terus-terusan terpuruk atau tersenyum pada dunia dan mulai untuk menebarkan bahagia, itu? Sempat tadi pagi ketika salah seorang bertanya, ((Lupa pertanyaanya, tapi kurang lebih seperti ini)) Y: Nadya, kuliah? N: iya! (Nadanya sih agak riang gitu) Y: eh, Nadya bahagia banget. ((Apa semangat banget, gitu ya)) Padahal saya gak semangat-semangat banget, sih. Cuman nadanya aja yang kelewat riang. Lagipula, dengan semangat seperti itu (nada yang seperti itu) tanpa sadar diri juga ikut semangat dan bisa menjalani hari dengan lebih semangat. Pun siap menerima ilmu yang akan diterima di hari itu. Nah, mau semangat atau terus-terusan diam? Tentu pilihan pertama lebih baik!:D Depan gurfah asiyah, Nadya.











