"In the end, we will not remember the words of our enemies, but the silence of our friends", Martin Luther King Jr #UntoldStory Beberapa hari ini, kasus Rohingya muncul lagi... ternyata konflik pemerintah Myanmar-muslim rohingya belum berakhir. 😔 Konflik ini sama seperti konflik gaza dan suriah, berlarut-larut. 2012, tahun dimulainya konflik antara biksu Buddha di daerah Rakhine Myanmar dan muslim Rohingya. Sedikitnya 150.000 muslim rohingya harus mengungsi untuk menghindari konflik ini. Bayangkan, seberapa besar terror yang dirasakan pada muslim ini sampai mereka harus meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka... but as far as I remember no body call them, the Buddhist Rakhine, as a"TEORRIST" Tidak cukup sampai disitu, pemerintah Myanmar akhirnya memaksa para pengungsi untuk tinggal di camp yang disediakan pemerintah, and then know as "air-open-prison". Penjara diruang terbuka. Bagaimana tidak, kehidupan dikamp ini sama sekali tidak lebih baik dari pada di kampung mereka sendiri. Mereka kekurangan makanan, minuman, bahkan tidak ada akses pendidikan yang bisa didapatkan oleh anak-anak muslim Rohingya ini. Selesai sampai disitu? Nope. Masih ada certain yang harus dunia dengarkan. Dalam sebuah tulisan yang berjudul "They Made It Ashore: The Journey of "The Lucky" Rohingya" menceritakan bagaimana cerita orang-orang Rohingya yang sukses menyelamatkan diri dari kekejaman konflik Rakhine dan Pemerintah Myanmar. Pada tahun 2014, muslim Rohingya ditangkap dan dipukuli oleh pemerintah Myanmar karena status mereka sebagai "Muslim Rohingya", pemerintah Myanmar tidak mau mengakui keberadaan mereka, dan lebih memilih menyebut muslim rohingya sebagai "Undocumented Bengalish" atau para imigran ilegal dari Bangladesh. Padahal etnis muslim rohingya ini telah hidup dan tinggal di Rakhine turun temurun dari para leluhur mereka, bahkan para ilmuan mengatakan bahwa muslim rohingya telah ada di Rakhine semenjak abad ke-14. Mereka ada disana semenjak 600 tahun yang lalu, dan sekarang pemerintah Myanmar ingin menghilangkan keberadaan etnis tersebut! God, it's genocide! Masih ingat cerita para pengungsi yang terapung-apung di perairan Indonesia, Malaysia, Asia Tenggara, bahan perairan Australia? Kita selama ini menganggap hal itu dilakukan sebagai aksi nekat mereka untuk kabur dari Myanmar. TETOT! salah! Truth be told, pada tahun 2014 Pemerintah lokal mereka memberikan dua pilihan kepada para pengungsi di camp, mereka harus membayar untuk mendapatkan jalan keluar yang disediakan oleh pemerintah atau tetap di camp dan menghadapi ancaman kematian. Di setiap camp pengungsk ternyata ada agen-agen yang mengurus hal tersebut, mereka di haruskan untuk membayar $100-$200 agar mereka bisa keluar dari Myanmar. Setelah mereka membayar, para trafficker akan memasukan mereka ke kapal, berdesak-desakan dan tanpa disediakan makanan atau minuman. Mereka terombang ambing dilautan lepas, dan menunggu keberuntungan agar mereka bisa sampai ke daratan. Setelah sampai ke daratan, mereka diharuskan membayar lagibsekitar $1000-$2000 agar mereka bisa masuk ke negara yang dituju, ternyata uang yang mereka bayar tidak mengcover biaya lainnya. Dalam 6 bulan mereka diharuskan membayar uang tebusan tersebut, kalau tidak mereka akan dikembalikan ke Myanmar. Yang beruntung, bisa membayar uang ini misalnya karena mereka menelepon sanak saudara mereka di negara lain dan sudara mereka bersedia membayarkan uang tebusan tersebut. Sedangkan yang tidak beruntung, seperti yang kita lihat terombang ambing dilautan lepas. Dan yang paling menyakitkan dari semua kejadian itu, diamnya kita sebagai saudara-saudara sesama muslimnya. Bukan... bukan... yang menyakitkan diamnya kita semua sebagai manusia ketika melihat mereka sesama manusia yang tidak dimanusiakan. sampai kapan diam? ketika ada bom di paris, dunia berduka... semua orang memasang tag line #PrayForParis #PrayForHumanity then why? you were Paris...you were America, but you were not Rohingya... 😔 sumber: 1. http://endgenocide.org/they-made-it-ashore-the-journey-of-the-lucky-rohingya/?id=gad&gclid=CjwKEAiA6rrBBRDsrLGM4uTPkWASJADnWZQ4_WyMu1SB08mJcGeXB528A8ONSnjDcsxAQ5o6rFuKWBoCMKrw_wcB 2. https://www.google.com/amp/s/amp.theguardian.com/world/2016/nov/18/myanmar-deadly-crackdown-muslims-rohingya 3. http://asianhistory.about.com/od/Asian_History_Terms_N_Q/g/Who-Are-The-Rohingya.htm #askTehJasmine Be #PowerfulMuslimah Credit: LINE Official Account Teh Jasmine (@tehjasmine)