Aku punya cerita tentang pangeran yang lebih suka menggambar, dan melakukan banyak hal, di dunia baru yang baru saja ia temukan, di panggung tanpa ada yang duduk di sana, yang berharap menemukan penonton pertunjukan yang memang sedang ingin melihat pertunjukan yang ia tampilkan.
Bukan karna di atur oleh kordinator penonton yang mengkotak" kan penonton, untuk mengatur reaksi yang mereka lakukan. Atau orang lain, juga penonton yang merasa terbakar di neraka yang sama.
Atau pangeran dan raja lain sekalipun yang seakan- akan menampilkan pertujukan neraka. Dirinya tidak peduli, atau menginginkan nya sehebat apapun itu. Bertekat pada perjuangan nya dan nerakanya sendiri, untuk lebih baik.
Dia selalu membakar dirinya untuk melakukan hal- hal yang ia ingin lakukan, karna hal itu membuatnya lebih baik lagi, diri nya terus melakukan nya karna jika tidak, dia sudah menyerah untuk melintasi jalan nya sebagai seorang pangeran, tanpa neraka itu.
Aku yakin suatu hari akan ada yang duduk di sana. Kuharap dia mendapatkan apa yang sebenarnya ia inginkan, juga yang mengginkan nya dari hati.
Btw dia juga menginginkan pasangan yang memandang nya sepantasnya, sesempurna yang dia inginkan dan sebaliknya. Jika tidak dia lah yang salah berarti dirinya yang belum pantas,dan sabar. Atau sebaliknya. But cepat atau lambat dirinya pasti bisa menembus batasan kesempurnaan itu menuju ketidak terbatasan bersama cinta dalam keabadian, tanpa penyesalan bersama.








