Thermostat Pengatur Temperatur Otomatis
Rangkaian berikut di bawah ini dapat dijadikan pengatur temperatur otomatis Dimulai dari beberapa puluh derajat celcius sampai di atas 100 derajat celcius. Pemakaiannya cukup luas, salah satunya sebagai kontrol temperatur penetas telur, kontrol temperatur air hangat, kontrol temperatur penyuling ethanol, pengatur temperatur ruang, dan sebagainya.
Rangkaiannya tidak sulit dan tak perlu cemas tidak dapat bekerja bila dipratekkan
Karena serangkaian ini adalah materi praktik beberapa peserta les private electronica tingkat awalnya saat admin (penulis) masih aktif dahulu. Disamping itu, walau serangkaian sama ini kemungkinan beberapa ada yang tersebar, tapi penulis berusaha membuat beberapa ketidaksamaan supaya penuhi persyaratan jika ini bukan sekadar hasil copy paste semata yang tidak dikenali hasilnya. Yang dibutuhkan hanya sedikit pengalaman dan pengetahuan dalam praktik perakitan/pembikinan serangkaian electronica, tidak "blank" benar-benar dalam soal electronica. Daftar elemen : R1, R5, R7 = 2k2 R2, R4 = 1k R3 = 10k R6 = 180Ω VR1 = Trimpot atau potentiometer 5k (mono) Th1 = thermistor atau NTC 1,7k C1 = 100µF/16V C2 = 470µF/16V Z1 = diode Zener 6V2 D1 = 1N4148 T1 = SS 9013 IC1 = LM339 Ry1 = Relay 5 pin, 12V coil. Jantung rangkaian ialah LM339, sebuah ‘quad-komparator' dengan open-collector setiap outputnya. Dua unit komparator dirangkai sebegitu rupa untuk memperoleh peralihan ‘high' atau ‘low' pada bagian output pada kisaran perbedaan tegangan yang lebih sempit pada bagian input. Th1 ialah sebuah NTC yang mengetahui temperatur. Bila temperatur menaik, nilai resistansi NTC akan melorot. NTC ialah sisi dari resistor faktor, baca pembahasan secara singkat dalam : Beberapa jenis Resistor Pada kondisi awalnya, output komparator akan ‘high' dan T1 menyetir relay. Contact relay (kontak) akan tersambungkan (on). Mengenai relay, terdapat beberapa pilihan. Untuk daya perlengkapan yang dihubungkan oleh contact relay sampai 300W, tidak jadi masalah memakai relay standard 12V, 5 pin (5A, 250V), saksikan dalam : Mengenali relay Dalam pada itu nilai Th1 bersama dengan VR1 akan tentukan, sejauh mana kemerosotan nilai Th1 mengakibatkan peralihan kondisi output jadi ‘low' dan lalu mematikan contact relay. Ini bisa disetel dengan merubah-rubah VR1, bergantung pada temperatur berapakah diharapkan relay akan off. Sebaiknya gunakan sebuah thermometer di dekat Th1 supaya kalibrasi untuk temperatur optimal dapat berjalan lebih lancar... Read the full article









