Kebetulan atau Qadarullah? . Ceritanya, aku bertugas untuk membantu orang-orang ketika ingin beli tiket nonton di bioskop. Namun, karena kelalaianku, aku salah bioskop untuk book bangkunya. Lalu masalah tersebut selesai dan case pahitnya, aku harus bertanggung jawab toh untuk bangku yang salah beli tadi? Sayangnya aku sudah beli tiket juga tetapi untuk hari lain. Akhirnya aku berusaha untuk menjual tiket lebih ini. Aku coba jual ke temen2 satu tim yang belum beli, juga ke temen di kampus 😂 . Hari-hari berlalu, tibalah hari di mana bangku itu seharusnya terisi. Namun aku ternyata gabisa isi bangkunya juga, sayang sekali. Akhirnya aku coba share lagi ke tim, minta tolong untuk jualin tiket itu ke orang-orang di hari H. . Alhamdulillah! Ternyata dari timku bahkan ada yang ingin nambah tiket dan memang sedang mencari bangku yang dekat dengan bangku dia. Menurutmu itu kebetulan? Bukan. . Aku termasuk orang yang ga percaya sih dengan konsep kebetulan. Masih ingat tentang qada dan qadar Allah? Yap, konsep takdir yang mana ada yang bisa diubah dengan diusahakan dan ada yang tidak bisa diubah. Menjual tiket tersebut termasuk takdir yang bisa diubah. Aku mengusahakan bagaimana caranya agar aku ga nombok, apalagi anak kostan dan pengangguran, kalo keluarin uang yg ga sedikit itu lumayan berasa juga hehehe (nyatanya masih suka boros sih -_-). Jadilah aku bersyukur karena qadarullah, kekhawatiranku (duitnya cepet abis lagi) dan usaha jualin tiket itu ya terjawab. . Bukan kebetulan karena aku percaya, ada Yang Maha Menentukan yang telah menyusun skenario terbaik untuk keberlangsungan hidup ciptaanNya. . Foto ini salah satu contoh lain dari qadarullah 😂😂😂 . . Ps: random contemplation; do you really miss, like wanna meet that much, Ramadhan? #somedaystogo #ramadhaniscoming #qadanqadar #qadarullah #bersyukurkuy (at KLIA International Airpot)











