Entah mengapa, sampai saat ini semua tentangmu makin terasa sulit, makin terasa sangat menyakitkan, bahkan kisah ini lebih rumit dari sebatas andromeda. Tolong aku, kembalilah sejenak, rindu...
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from Sweden
seen from United States

seen from Brazil
seen from Canada

seen from Pakistan

seen from Switzerland
seen from Russia
seen from China
seen from China
seen from Saudi Arabia
seen from India

seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from China
seen from Mexico
seen from United States
Entah mengapa, sampai saat ini semua tentangmu makin terasa sulit, makin terasa sangat menyakitkan, bahkan kisah ini lebih rumit dari sebatas andromeda. Tolong aku, kembalilah sejenak, rindu...
Bagaimana bisa aku berbicara dengan bahasa tubuh sedangkan satu-satunya yang aku kuasai adalah bahasamu. Tolong jangan tiba-tiba datang dengan pertanyaan yang jawabannya bahkan lebih rumit daripada rumus pythagoras.
@langitsenjatanpamu
Cerita ini masih sama, tentang hujan yang bersembunyi di sudut-sudut mataku, seperti kesunyian yang menjadi sebaik-baiknya waktu bagi sang pemilik rindu. Kamu, seperti sepiku yang menjadi teman paling akrab dalam hati. Si pemilik duka setajam sembilu, pulanglah.
@langitsenjatanpamu
Ada, masih ada hal-hal yang ingin kukatakan langsung kepadamu, hal-hal yang sebenarnya membuatku selalu khawatir jika itu aku sampaikan kepadamu, membuatmu bersedih lalu makin menjauh dari pelupuk mataku. Waktu bergulir begitu cepat meninggalkan kisah kita, tanpa terasa aku tidak mampu menyimak jalannya cerita ini, seharusnya aku mulai sadar, bahwa waktu yang kita miliki di dunia ini sangat sedikit sekali. Salahku, yang terlalu larut dan berlama-lama menjadi pendengar setiamu. Saat ini langkahku lenyap dari sisimu, ragaku maya dimatamu, semuanya hilang satu persatu. Aku tak memintamu untuk selalu mengingat semuanya, ingat saja aku sebagai orang yang dahulu begitu tulus mencintaimu. Melepaskan bukanlah suatu hal yang mudah, sayang.
@langitsenjatanpamu
Aku sebenarnya bosan, menangisi setiap luka yang menghantuiku menjelang tidur dan bangunku. Di hadapan sesiapapun aku selalu mencoba menjadi 0rang yang paling ceria. Aku selalu ingin terlihat aku masih baik-baik saja tanpamu, meski di dalam hati ini aku sedang menangis. Sayang, aku juga ingin dipeluk ketika menangis, tapi siapa yang akan tahu ketika tangisanku tak terdengar sama sekali, selain kamu yang paling memahaminya. Sayang, aku juga ingin tersenyum ketika ayam jago berkokok di waktu shubuh dan aku membuka jendela dengan hati yang berseri. Sayang, lalu harus berapa lama lagikah aku sembunyikan semua ini? Pulanglah.
@langitsenjatanpamu
Aku merasa cukup lega saat ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi sebab aku tahu kamu sudah baik-baik saja dan kembali membuka lembaran baru dengan seseorang yang memang kamu pilih setelah aku, meskipun sejujurnya aku merasa sedikit cemburu, aku sudah tidak berhak lagi tentang dirimu. Biarlah cukup aku dan Tuhan saja yang tahu perihal kisah rumit ini yang terus saja menggebu karena sebenarnya aku masih menginginkanmu hingga saat ini, berharap engkau pun demikian. Mendoakanmu masih sering kulakukan berharap yang terbaik untukmu. Aku tidak ingin egois dalam mencintaimu, sebab bahagiamu adalah bahagiaku.
@langitsenjatanpamu
Sempat, aku tak ingin bercerita banyak lagi tentang apapun padamu, namun pada akhirnya aku selalu kembali lagi ke tempat ini, menentukan pilihanku sendiri untuk tetap mencintaimu. Bahkan sampai pada detik bait terakhir yang aku tuliskan untukmu kemarin, aku masih merasa itu bukan akhir yang seharusnya. Benar, memang aku juga masih tetap merasa kehilangan, seperti bagian-bagian cerita sebelumnya, selalu tentangmu. Padahal aku sudah berusaha dengan keras menjalaninya dengan sebuah tujuan yang jelas, namun pada akhirnya tujuanku tetap disini. Tenang saja, aku selalu menjaga diriku sendiri sebaik mungkin, memposisikan diriku sebagaimana mestinya aku berada. Seperti biasa, pulang ke tempat ini masih terasa sama rasanya, sesak.
@langitsenjatanpamu
Jika selama ini kamu berpura-pura untuk semua rencana yang telah kita rencanakan, kemudian hatimu kembali pada masa lalumu untuk kemudian menerimaku sebagai sandiwaramu, maka aku pun harus berkata jujur kepadamu, kamu sangat berhasil dengan semua peran itu. Untuk semua yang dilakukan tanpa hati dan perasaan untukku, kamu sudah berhasil membuatku berdoa setiap harinya semoga esok tak terjadi apa-apa dengan kita. Aku tak pernah bisa berpura-pura tak pernah mencintaimu, apalagi harus berpura-pura tak pernah mengenalmu. Jika kini kamu berusaha bahagia dengan caramu, lakukanlah. Niat kita baik, seharusnya pun berakhir begitu. Aku tak mau melihatmu hidup dalam kepura-puraan lagi, bahagialah disana. Pengorbananmu sudah terlalu besar untukku, tak semua orang bisa memainkan peran hebat ini dengan sangat sempurna. Terima kasih, terima kasih membawaku berimajinasi hingga semua tulisan-tulisanku penuh dengan tentangmu. Terima kasih telah menemaniku menulis selama ini.
@langitsenjatanpamu