Sebuah Doa Pemberian Ibuk
Setiap kali aku selesai bercerita tentang seseorang yang .... (kalian paham-lah maksudnya, hehe), ibuk-ku selalu bilang, "banyak-banyak berdoa ya,"
Dan dari sekian banyak doa, aku betul-betul ingat sebuah doa pemberian ibuk dalam bahasa arab yang saat aku cari makna doanya, mataku berhasil dibuat berkaca-kaca karenanya.
Sejak awal tahun, aku merapal doa ini berulang-ulang, berulang-ulang, dan berulang-ulang, sampai aku tidak mampu lagi menghitungnya. Berdoa dengan harap yang penuh atas jawaban "ya" dari langit. Begini doanya:
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui hati kami.
Kami telah berkumpul karena cinta-Mu, dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu, dan bersatu dalam dakwah-Mu, dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka yaa Allah, kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukkanlah jalannya, penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup, dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu. Serta indahnya takwa kepada-Mu, dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu, dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah, kabulkanlah.
Doa yang tidak lain adalah doa rabithah, doa memohon didekatkan, dikuatkan dengan kedekatan itu, dan dilimpahi kebaikan yang berlimpah atasnya.
Memang, jawaban dari sebuah doa itu meliputi tiga pilihan yaitu dikabulkan saat itu juga, ditangguhkan hingga waktu yang tepat, atau diganti dengan yang lebih baik. Aku pun selalu mengajak diri ini bicara dan meyakini bahwa ketiganya selalu mendatangkan kebaikan, setidakmampu apapun akal maupun indra ini memahami.
Dan benarlah, jawab atas doa sejak awal tahun itu pun menemukan titik jedanya berkali-kali. Meski masih belum jawaban yang pertama, tapi aku sungguh merasakan betapa Allah memberiku penjagaan.
Penjagaan yang membuat segala hal menjadi setenang air dan seterang matahari. Setenang air karena jika belum didekatkan berarti belum yang terbaik bagi satu sama lain. Seterang mentari karena menjadi lebih sadar diri bahwa kadang kita luput atas fakta bahwa diri ini sangat lemah dan tidak tahu apapun melainkan sangat sedikit.
Sedangkan, Dia-lah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana, Maha Mengetahui, lagi Maha Penyayang dari semua penyayang.
Benarlah, saat ini akupun masih tetap berdoa dengan doa yang sama.
Semoga jemu bukanlah kata dalam kamusku berdoa,
Dan ya, semoga dekat adalah kata yang ada dalam kamus kita.













