Rachel Morris membasahi wajahnya yang panas terbakar matahari dengan air dingin. Sialnya ia tidak memakai suncream hari ini. Alhasil wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
“Kau lihat wajahku,” ia mengeluhkan pantulan dirinya pada cermin kecil yang ia miliki.
Kimberly tertawa kecut, “Salahmu sendiri,” tukasnya.
Rachel menjauhkan wajahnya dari cermin, “Kemana Sam?”
“Mencari Beatrice,” jawab Kim seraya membersihkan wajahnya dengan kapas yang telah dilumuri cairan cleanser. “Kau tahu kan Sam tidak bisa bertanding nanti, makanya dia butuh pemain cadangan.”
Rachel terhenyak, “Aku baru tahu,” ia berkata.
Kimberly beralih dari cermin, menatap teman Rachel lekat-lekat, “Dia tidak memberitahumu? Wow, kok bisa.”
“Guys!” seru gadis berambut ombre. Tubuhnya membentuk siluet menggiurkan dari kejauhan. Tipe badan Samantha adalah tipe impian para gadis. Perut rampingnya membentuk lekukan abs yang sempurna karena sering olahraga, “Kalian melihat Beatrice?” ia bertanya dengan suara lebih pelan ketika mendekat.
Kim menggeleng, “Belum lihat.”
“Dia belum datang,” Rachel memberitahu.
Samantha mengambil ponselnya dari tas, “Oke,” responnya, mengetik sesuatu pada layar.
“Coba tanya yang lain,” saran Kimberly.
Rachel masih menatap Samantha. Rasa penasaran dan khawatir bercampur di kepalanya, “Ada apa, Sam?”
“Seharusnya dia tiba dua jam yang lalu, namun ponselnya tidak aktif. Menyusahkan saja.”