Gelap Yang Membawaku
Aku pijakkan kakiku di atas tanah yang berlubang, menarikku jatuh dalam menuju tempat yang teramat gelap. Takut, tentu. Dan kupijakkan lagi kakiku di atas sesuatu yang tak dapat kulihat dan tak dapat kuketahui apa itu.
Aku arahkan mataku ke semua penjuru kegelapan. Yang kulihat hanyalah beberapa imajinasi yang bermain dalam benakku. Bingung, tentu. Karena aku tak yakin arah mana yang membawaku pada cahaya.
Aku gerakkan kedua tanganku menggapai udara. Mencoba menyentuh apapun yang kuharapkan dapat menuntunku. Semacam tali yang menggantung dapat kucapai, namun seketika lenyap saat ku berencana untuk menggenggamnya.
Detik detik yang berlalu terasa amat sangat menyesakkan. Detik detik yang kemudian berubah menjadi ribuan tahun. Terlalu lama untuk berharap melihat cahaya, hingga tak sadar bahwa aku terlalu nyaman berada dalam kegelapan.
















