Perasaan (1)
Kalau ngomongin perasaan nggak pernah ada habisnya ya? Selalu saja ada bahannya. Apalagi perasaan sepihak, nggak enaknya itu lho yang bikin betah berlama - lama ngobrol kesana - kemari soal perasaan.
Ya emang bener, suka sama orang yang mungkin nggak punya perasaan yang sama kayak apa yang kamu rasain itu nggak enak. Jadi sering bikin asumsi - asumsi yang nggak sesuai sama kenyataan, sering berharap lebih dan lebih gilanya lagi jadi suka sedih sendiri bahkan sampai nangis. Kalau lagi waras pasti mikirnya “Kenapa juga aku nangis? Emang dia siapa? Nggak penting!”.
Kalau lagi ada di situasi kayak gitu itu pasti bingung. Mau tetap suka sambil berharap ria, eh ujung - ujungnya malah sia - sia. Mau nunjukin ke dia dengan seribu kode, dianya yang nggak peka. Ya mau gimana lagi? Cuma dianggep teman soalnya. Atau gini, mau sok bijak ngambil jalan tengah dengan ngomong langsung ke dia eh takutnya nanti malah nambah masalah. Sudah terlanjur nyaman jadi teman takutnya kalau dia tahu malah jaga jarak terus - terusan.
Kalau emang diam adalah sebaik - baik pilihan. Ya nggak apa - apa, daripada dikomunikasikan tapi nanti jadinya berantakan. Tapi kalau sama - sama dewasa ya lebih baik dikomunikasikan, biar kamu dapat kejelasan dan nggak terombang - ambing di lautan yang bikin kamu kebingungan.
- Rempeyek Udang













