in Allah Way
Tahun 2020 ini, tahun dimana rencana-rencana sebagian besar dari kita banyak tertunda. Ada yang sudah mempersiapkan niat baik dari tahun-tahun sebelumnya terpaksa diubah karena situasi yang ngga memungkinkan. Ada yang sudah menabung berpuluh-puluh tahun sebelumnya supaya tahun ini bisa berkunjung ke rumah-Nya, dengan berat hati harus dipending sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Beberapa saudara kita perlu berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang harus berangkat kerja tapi harus memperjuangkan kesehatannya. Ada yang terpaksa diberhentikan dari pekerjaannya. Ada yang merelakan diri atas pengabdiannya. Beberapa lagi berjuang menahan rindunya.
Ah ini tahun yang sulit. Sangat sulit. Kapan ya 2020 ini berakhir?
Tapi... Benarkah ini tahun yang sulit?
Jangan-jangan semua kejadian di tahun 2020 ini adalah jawaban atas doa-doa kita dulu?
Atau bisa jadi ini adalah cara Allah memberikan perspektif berbeda untuk kita?
“Benar-benar Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, serta kekurangan harta, lenyapnya nyawa, dan sedikitnya buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami ini adalah milik Allah, dan kami juga akan kembali kepada-Nya’. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan pujian dari Rabb mereka dan curahan rahmat. Dan mereka itulah orang-orang yang diberikan petunjuk.” (Qs. al-Baqarah: 155-157)
Rencana, mimpi, dan ambisi adalah hal yang lumrah buat kita, manusia. Rasanya ngga mungkin banget manusia hidup tanpa rencana, iya nanti rasanya seperti tahu bulat yang digoreng dadakan, gurih gurih enyoy hehe.
Dari petikan Qur’an di atas, manusia dinotice lho “Sesungguhnya kami adalah milik Allah.” Karena ternyata kita dimiliki oleh Allah, jadi pemiliknya-lah yang bebas menentukan bagaimana hidup kita.
Iya dari tahun 2020 ini, aku, kamu, dan kita harus banyak belajar, harus banyak mengingat Allah lagi.
Mungkin di tahun-tahun sebelumnya kita sudah sangat sibuk mengejar mimpi-mimpi dan ambisi duniawi kita. Di tahun ini Allah nge-rem dulu semua itu biar kita sama-sama inget kalau semua yang kita raih dan cita-citakan, ada Allah yang menentukan hasilnya.
Mungkin kita juga lupa mensyukuri dan menikmati semua yang udah Allah kasih ke kita selama ini. Allah kasih kita waktu lebih lama untuk self healing biar kita semakin bersyukur dan berterima kasih sama nikmat Allah.
Mungkin juga kita terlalu cuek sama keluarga kita karena terlalu sibuk kerja. Ada beberapa temen kita yang ngga bisa bertemu dulu orang tuanya. Allah kasih perasaan rindu supaya kita menghargai pentingnya temu.
Apapun yang kita jalani dan hadapi saat ini, pasrahin aja semuanya sama Allah.
Sesungguhnya kita adalah milik Allah, dan kita akan kembali pada-Nya.
Manusia tentu boleh berencana, tapi Allah adalah sebaik-baik perencana.
Bandung, 24 September 2020










