Saya melihat kejadian viral "tulisan bahasa arab" dari ayat al-Quran yang keliru. Menurut saya itu adalah "kesengajaan". Karena tidak mungkin tak ada 1 pun al Quran di stasiun TV tersebut. Pasti sebelum menulis ayat, seseorang akan merujuk pada al-Quran. Apa tujuan atas "kesengajaan" itu? Tentu saja perpecahan umat. Sampai kapanpun pasti ada pihak yang tidak suka umat ini bersatu. Maka dibuatlah hal seperti ini, agar umat berpecah, menghina satu sama lain sehingga kurangnya keberkahan dari Allah. Lalu ada muncul petisi untuk memboikot stasiun TV tersebut. Sebenarnya sebelum muncul petisi tersebut saya pribadi sudah lama "memboikot" televisi. Bahkan bukan hanya 1 saluran. Semuanya, karena saya tidak menyediakan TV pada keluarga kecil saya. Melihat TV saat ada saluran yang informatif saja. Belajar islam, mengkaji ayat, tak cukup melalui televisi saja. Tapi dengan datang ke kajian-kajian masjid terdekat. Saya yakin pasti ada kajian-kajian keislaman terdekat di setiap rumah umat. Ini juga akan mendatangkan keberkahan. Jadi tidak perlu terlalu mengeluhkan stasiun TV yang tidak tepat menyajikan keislaman. Karena bukan itu yang mereka prioritaskan. Kalau memang mau memboikot, mulailah dari sekarang, mulai dari keluarga kita. Semoga opini ini bisa dicerna dengan baik. Semoga Allah menjaga persatuan umat. Laa hawlaa walaa quwwata illaa billaah. Reza Indrawan, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UNJ. *meminjam ilustrasi @si_bedil #islam #persatuan #viral #boikot #televisi #rezanotes












