Bagaimana orang-orang Finlandia menanggapi ribuan pertanyaan dan rasa ingin tau ttg kesuksesan skolah2 mereka? Banyk orang Finlandia yakin bahwa ada 5 unsur penting yg membuat siswa Finlandia lebih baik dripada teman sebaya mereka di penjuru dunia lain. Empat diantaranya berkaitan langsung dngn sekolah dan amanat yg diembanny, yg satu adalah ttg apa yg dilakukan anak2 ketika tdk di sekolah. Bagaimanapun ttp ingat bahwa saat menjelaskan mengapa sesuatu trjadi dalam sistem sosial yg rumit, maka itu selalu melibatkn berbagai spekulasi, dan tidak pernah bisa 100 persen pasti. Pertama, kami berpendapat bahwa sekolah komprehensif tmpat anak2 mulai belajar ketika beranjak 7 tahun menyediakan pendidikan dan perkembangn yg seimbang, menyeluruh, dan berorientasi pada anak, serta meletakkan suatu fondasi pembelajaran yg baik, pantas. Kurikulum di Findlandia memberi porsi yg sama rata untuk semua mata pelajaran sehingga memberikan kesempatan bagi semua anak utk mengolah berbagai aspek kepribadian dan bakat mereka.
Mayoritas siswa Finlandia belajar dalam kelas yg scara sosial campur tanpa melihat atau memisah-misahkan kemampuan atau status sosial ekonomi mereka. Dalam 4 dekade terakhir, semangat inklusivitas ini telah membentuk pola pikir para guru dan orangtua utk percaya bahwa setiap org dapat belajar apapun yg diinginkan selama ada dukungan yg layak dan cukup. Sebagai hasilnya, fokus terhadap kesejahteraan, kesehatan, dan kebahagiaan siswa di sekolah menjadi salah satu tujuan utama bersekolah di seluruh penjuru Finlandia. kedua, dari awal kami menyadari bahwa keberhasilan dalam mengajar di kelas yang heterogen mensyaratkan guru2 yg dilatih dengan lenih baik daripada yg kami terima hingga tahun 1970an. Konsekuensinya, pendidikan keguruan berubah haluan dari perguruan tinggi ke universitas berbasis penelitian. Sebagai bagian dari reformasi pendidikan komprehensif yg lebih tinggi, para guru harus lulus dari program magister berbasis penelitian yg sama seperti profesi lain di Finlandia. Para guru lulusan baru mempelajari psikologi anak, pedagogi, pendidikan khusus, mata pelajaran didaktik, dan kurikulum yg lebih banyak daripada rekan-rekan mereka di perguruan tinggi, sbagai bekal tggung jawab profesi mereka yg lebih luas di sekolah mereka. Di tahun 1990an, para guru diharapkan untuk secara kolektifmerancang kurikulum sekolah mereka, memilih cara yg paling efektif utk mengajar, menilai seberapa baik anak didik mereka dalam belajar, dan mengarahkan pengembangan dan pertumbuhan profesi mereka sebagai guru secara mandiri. Penguatan profesi mengajar di Finlandia yg terus menerus ini telah membangun kepercayaan yg kuat dan penting bagi guru dan sekolah, yg berakibat pd meningkatnya status guru dan ketertarikan menjadi seorang guru di antara pemuda-pemudi Finlandia. Ketiga, kami memutuskan utk mengembangkan mekanisme yg permanen demi mengamankan dan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan siswa di semua sekolah. Tujuanny adalah utk memastiman bahwa kurangny kesehatan dan kesejahteraan yg mendasar dirumah tidak menghalangi kesempatan anak didik utk menjadi berhasil. Setiap sekolah di Finlandia harus membentuk suatu Tim Kesejahteraan Siswa yg beranggotakan para ahli, guru, dan pemimpin yg membahas masalah2 yg mnjadi perhatian utama dan memutuskan penyelesaianny dengan cara yg terbaik. Keempat, kami berpikir bahwa kepemimpinan pendidikan di level tengah, contohnya sekolah dan distrik setempat, harus berada di tangan pendidik yg berpengalaman dan berkualitas. Tentu saja, kami berharap bahwa seorang kepala sekolah memiliki kualitas untuk mengajar di sekolah yg dipimpinnya. Para pemimpin di sekolah juga harus cocok dan pas untuk memimpin orang-orang dan organisasi belajar mengajar yang berada di bawahnya. Hirarki kepemimpinan di Finlandia relatif rata; sebagian besar kepala sekolah juga mengajar para siswanya selain melakukan tugas kepemimpinan. Ini menjamin para pemimpin di sekolah-sekolah tetap memiliki hubungan langsung dengan pengalaman di kelas. Para guru juga lebih mudah menerima masukan ketika mengetahui bahwa _bos_ mereka jg mengajar di kelas. Menurut Sahlberg, di sekolah Finlandia, para pemimpin adalah para guru dan para guru adalah para pemimpin (pedagogis). Kelima, kita tahu bahwa situasi para siswa ketika berada di luar sekolah memainkn bagian yg signifikan sbg variasi pmbelajran di skolah. Apa yg terjadi pada kaum mudanya saat tidk berada di sekolah memiliki peran yg penting baik bagi suksesny dn gagalny pendidikan.