November
Aku baru tersadar hari ini, setelah 6 bulan aku sibuk mencari arti, dan malah lupa akan betapa senangnya memikirkanmu berlarut – larut di malam hari, lalu kulanjut nanti disela hembusan asap rokok paginya, seakan akan ada yang kurang untuk menemani kematian rasa – rasa ini. sudah lama aku melakukannya terkadang, Ahh benarkah? Kebiasaan itu aku lupakan begitu saja? Kekecewaan berlebih tidak lagi kurasakan? Kali ini aku melihat rangkaian yang tidak biasa diatas sana, bukan senyummu lagi dan tidak ada awan hitam disana. sebelum ini aku tidak lagi menemukan mu, namun tidak juga terlalu mencari dengan sengaja. Karena foto ini masih saja terselip di dompet coklat ku, tapi dalam kehidupan nyata aku lupa kapan kita terakhir bertmu. Kau seperti menghilang dari bumi. sialnya malam ini aku tidak bisa berhenti memandangi senyum itu. Sudah waktunya untuk menemui mu lagi disini, Ris. Walau telat setengah windu dari undanganmu. Entah jadinya apa nanti, aku tidak peduli, mari bertemu dan kita bicarakan di mimpi!










