kebebasan hanya megajarkan: lepas dari dirimu sendiri. kebebasan tidak mengajarkan siapa dirimu. Kebebasan berkata 'sangkallah dirimu'
Max Stirner

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Saudi Arabia

seen from Poland
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Indonesia

seen from Indonesia

seen from United States
seen from Canada

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China
seen from Türkiye
kebebasan hanya megajarkan: lepas dari dirimu sendiri. kebebasan tidak mengajarkan siapa dirimu. Kebebasan berkata 'sangkallah dirimu'
Max Stirner
Anarco, bukan pilihan !
Disaat negara-negara berideologi komunis mulai kehilangan arah, akan jadi apa paham sosialisme didunia ? mampukah dia melawan kapitalisme global ? pertanyaan ini muncul dibenakku setelah mengetahui bahwa Negara seperti Uni soviet telah hancur, yang tersisa hanyalah Cina, Cuba, dll (negara kecil) yang mulai mentolerir kerja capital. Korea utara tak bisa dijadikan patron komunis dengan sikap kediktatorannya. Apakah sosialisme sudah tidak bisa berkembang lagi ?
Mungkin jawabannya ada pada Anarchisme, jika kita melihat sejarah paham dan gerakan ini sangat erat kaitannya dengan paham sosialisme. Anarko, hadir sebagai cabang sosialisme menjadi anti-tesis yang masih bertahan pada abad ini. Kita masih bisa menemukan pada pergerakan perlawanan menolak WTO di Seattle (November,1999). Meskipun saat ini, masyarakat dunia telah terhegemoni dengan stigma bahwa paham ini mengandung kejahatan dan berbahaya sebab tidak bisa dikendalikan dan mampu merusak hirarki sosial di masyarakat.
“JIka kau menganggap kami adalah musuhmu, tidak suka ataupun bertentangan dengan kami, maka wajar saja kau harus takur. Waspadalah !!!”
Yang penting kalian harus tahu, Anarchisme mendambakan pelepasan bebas tampa batas semua kekuatan individu dan sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, kami melihat bahwa Negara adalah sumber pengekangan yang menghambat pergerakan itu. Negara merupakan manifestasi dari otoritas terhadap masyarakat dan pemerintah adalah kaki dan tangan dari Negara itu sendiri. Lewat negaralah kapitalisme Berjaya memasan patok-patok kuburanmu.
CHE GUEVARA;KEPADA HILDITA
Surat ini ditulis untuk Hildita, anak Che Guevara yang paling besar, pada ulang tahunnya yang ke sepuluh.
15 Februari 1966
Hildita tercinta,
Aku tulis surat sekarang padamu, walaupun mungkin akan sampai di tanganmu sangat terlambat. Namun aku ingin kau mengetahui bahwa aku senantiasa memikirkanmu dan aku berharap kau amat berbahagia di hari ulang tahunmu ini. Kau sudah hampir menjadi gadis dewasa sekarang, dan aku tak bisa lagi menulis surat padamu seperti saat kau masih kecil dulu, mendongeng hal-hal yang lucu atau dongeng kosong.
Kau harus tahu bahwa aku masih berada di tempat yang jauh dan meninggalkanmu untuk beberapa lama, menjalankan apa yang dapat aku perjuangkan melawan musuh-musuh kita. Bukan sesuatu hal luar biasa, namun aku sedang berbuat sesuatu, dan kupikir kau akan senantiasa bangga pada ayahmu ini, sebagaimana aku padamu.
Ingatlah, masih ada tahun-tahun penuh perjuangan di hadapan kita, dan bahkan ketika kau sudah menjadi wanita dewasa, kau harus mengerjakan bagian tugasmu dalam perjuangan. Sementara ini, kau harus mempersiapkan dirimu, jadilah revolusioner sejati --di usiamu kini tugasmu adalah belajar, sebanyak-banyaknya, dan senantiasalah siap mendukung keadilan dan kebenaran. Juga, patuhlah pada ibumu dan janganlah kau berpikir hendak mengetahui segalanya terlalu dini. Saatnya kan datang padamu.
Kau harus berjuang diantara yang terbaik di sekolah. Terbaik dalam setiap pengertian, dan kau sudah mengetahui apa artinya ini: belajar dan sikap revolusioner. Dengan kata lain: tindak-tanduk yang baik, kesungguhan, cinta pada revolusi, persaudaraan, dsb.
Aku sendiri tidak demikian di usia sepertimu saat ini, namun aku hidup di dalam masyarakat yang berbeda, dimana manusia adalah musuh manusia lain. Sekarang kau memiliki kemudahan hidup di jaman yang lain dan kau harus mensyukurinya.
Jangan lupa main ke rumah-rumah tetangga kita untuk berteman dengan anak-anak lain dan sarankan mereka untuk belajar dan bertingkah laku baik. Terutama Aleidita, yang membutuhkan perhatian besar darimu sebagai kakaknya yang tertua.
Baiklah, tuan putri. Sekali lagi kuharap kau amat berbahagia di ulang tahunmu ini. Peluk mesra untuk ibumu dan Gina. Aku memberimu peluk erat seerat-eratnya hingga akhir perpisahan kita ini.
Ayahmu
CHE GUEVARA;SURAT CHE KEPADA FIDEL CASTRO
SURAT CHE KEPADA FIDEL CASTRO
1965
Surat ini dibacakan oleh Fidel Castro pada tanggal 3 oktober 1965, pada rapat terbuka yang mengumumkan Komite Sentral Partai Komunis Kuba yang baru terbentuk dengan dihadiri oleh istri Guevara dan anak-anaknya, Castro menyatakan:
"Saya hendak bacakan sebuah surat, yang ditulis tangan dan kemudian diketik, dari kawan Ernesto Guevara, yakni penjelasan diri ....Tertulis demikian: 'havana' --tanpa tanggal, surat yang musti dibacakan pada kesempatan yang amat baik, namun sesungguhnya dibuat pada tanggal 1 April tahun ini."
Pembacaan, surat ini merupakan penjelasan terbuka pertama kali sejak guevara tidak pernah nampak lagi di Kuba.
Havana,
Tahun Pertanian
* * *
Fidel:
Pada saat ini aku teringat banyak hal --ketika aku pertama kali bertemu denganmu di rumah Maria Antonia, ketika kau mengusulkan aku untuk ikut serta, seluruh ketegangan terlibat dalam persiapan itu.(peperangan/gerilya melawan Batista, pent)
Suatu ketika ketegangan-ketegangan itu akan menghampiri kita lagi dan menagih nyawa kita, dan kemungkinan nyata dari fakta itu memukul kita semua. Di kemudian hari tahulah kita bahwa itu benar, bahwa dalam revolusi salah satu pihak akan menang atau mati (bila itu benar revolusi). Banyak kawan yang berjatuhan sepanjang jalan menuju kemenangan.
Saat ini segala sesuatunya tidak lagi terlalu dramatis, karena kita lebih matang. Namun kejadian-kejadian kembali terulang. Aku merasa bahwa aku telah memnuhi kewajibanku yang mengikatkan aku pada revolusi Kuba,secara teritorial, dan kuucapkan selamat berpisah padamu, pada rakyatmu, yang sekarang rakyatku juga.
Secara resmi aku mengundurkan diri dari kedudukan dalam kepemimpinan nasional partai, kedudukan, sebagai menteri, pangkat komandanku, dan kewarganegaraan Kuba-ku. Tak ada yang legal yang mengikatku dengan Kuba. Satu-satunya ikatan adalah hal lain --ikatan yang tak bisa diputuskan seperti pemberhentian seseorang dari sebuah jabatan.
Merenungkan kehidupan masa laluku, aku yakin aku telah bekerja dengan cukup jujur dan pengabdian untuk mengkonsolidasikan kejayaan revolusioner. Satu-satunya kesalahanku yang serius adalah tidak punya kepercayaan yang besar padamu saat pertama di Sierra Maestra dulu, dan tidak segera yakin akan kualitasmu sebagai seorang pemimpin dan seorang revolusioner.
Hari-hari kehidupanku kulewati dengan indah di sini, dan di sisimu aku merasa bangga memiliki rakyat yang demikian tangguh menghadapi saat-saat penuh penderitaan dalam krisis Karibia.
Jarang sekali ada negarawan yang lebih ulung darimu menghadapi saat-saat seperti itu. Akupun bangga mengikutimu tanpa keraguan, mengidentifikasikan dengan jalan pikiran,pandangan,perhitungan menghadapi bahaya, dan prinsip-prinsipmu. Kali ini bangsa-bangsa lain mengharapkan sumbangsihku. Dan aku bisa melakukannya tanpa mengikutsertakanmu karena tanggung jawabmu yang besar sebagai pimpinan kuba, dan tibalah saatnya bagi kita untuk berpisah.
Ketahuilah, bahwa aku melakukan tugas ini dengan campuran perasaan bahagia dan sedih. Kutinggalkan di sini harapan-harapanku yang paling murni sebagai seorang pembangun dan seluruh ketulusanku yang paling dalam.Kutinggalkan orang-orang yang telah menganggapku anak. Itu semua sesungguhnya menimbulkan luka yang dalam bagiku.Akan kubawa ke medan juang baru segala hal yang kau ajarkan padaku, semangat revolusioner rakyat kita, perasaan untuk memenuhi kewajiban yang amat suci: berjuang menentang imperialisme dimanapun ia adanya. Ini yang akan mengobati dan mengeringkan luka di jiwaku.
Kunyatakan sekali lagi bahwa aku melepaskan Kuba dari tanggung jawab apapun juga, kecuali teladan-teladan yang diberikannya. Kalau saja saat-saat akhir hayatku aku berada di bawah langit lain, pikiranku yang terakhir adalah tentang rakyat Kuba dan terutama tentang dirimu. Aku amat berterima kasih atas ajaran-ajaranmu, teladan-teladanmu, dan aku akan memegangnya hingga konsekuensiku yang paling akhir dari tindakanku.
Aku selalu mengidentifikasikan diri dengan kebijaksanaan luar negeri dari revolusi kita, dan akan meneruskannya. Dimanapun aku berada, aku akan merasa bertanggung jawab terhadap revolusi Kuba, dan aku kan menjaganya. Aku tak merasa malu bahwa aku tak meninggalkan kekayaan materi untuk anak-anak dan istriku; aku bahagia dengan cara seperti itu. Aku tak memintakan apapun untuk mereka, karena negara akan mencukupi kebutuhan hidup dan pendidikan untuk mereka.
Aku ingin mengatakan banyak hal padamu dan pada rakyat kita, namun aku merasa hal itu tak perlu. kata-kata tak akan mampu mengekspresikan apa yang ingin kuungkapkan itu, dan kupikir tak ada manfaatnya untuk membuat coretan lebih banyak lagi di sini.
Hasta la victoria siempre! (Maju terus menuju kemenangan)
Patria o muerte! (Tanah air atau mati)
Kupeluk kau dengan sepenuh semangat revolusionerku.
Che
masuk diruang kosong
hari ini aku masuk di ruang kosong, harapku bisa menyimpan isi kepalaku yang busuk