21 MARET 2016 | Sedikit Hujan.. (rU)
test.. test..
hmmmm...
hai, perkenalkan nama saya rubi, ini tulisan pertama saya di blog ini. secara jujur saya mau bilang, blog ini real lho.. iyaa real, alias bener bener kalo ini NYATANYA HANYA DIBUAT ALIAS FIKSI.hehehe...
saya suka menceritakan banyak hal, meski gak real tapi semua yang diceritakan disini almost based on true story. terlahir menjadi manusia tipe pemikir, nyatanya gak diimbangi dengan kemampuan bercerita yang apik. jadi.. semua cerita ini hanya cukup untuk untuk dinikmati, santai aja..
dihari yang sedikit hujan ini nyatanya saya masih asik berkutat dirumah, didepan meja rias dengan sederet lipstik hasil ke khilafan. ngomong ngomong soal lipstik, saya jadi teringat dia lagi, laki - laki super tengil yang nyatanya sekarang jadi pacar sendiri. kita pertama kali ketemu waktu aku sibuk nyari lipstik di salah satu drugstore yang ada di mall bilangan jakarta.
buat perempuan yang hidup dijaman "red is the new green" pasti pernah yang namanya berkutat di depan store lipstik untuk memutuskan warna merah mana yang cocok dikulit, ini super penting biar ga keliatan "ketuaan" dan "dangdut banget" dimata yang lain. satu persatu tube lipstik aku buka saat itu, coban pertama hasilnya "ENGGAK BANGET" tube kedua " ohh no wayy too much shinny" tube ketiga "hmmm lumayan, tapi kurang pas" cobaan ke 4 sampai ke 8 berhasil bikin bibir kering.alhasil aku ga jadi beli... yang diikuti dengan wajah mba mba spgnya manyun pasti dia kesel, ya tapi namanya ga cocok ya ditinggalin aja sambil minta tisue trus bilang " liat liat dulu ya mba".kalau aku jadi dia, aku juga pasti keki. wong nyobain nya aja sampe cape dan kehausan, gimana dia yang harus ngejelasin satu satu warnanya, maksud hati pasti berharap aku beli, apa daya malah di tinggal pergi.
oke back to story..
selepas lypstick drama akhirnya aku memutuskan untuk istirahat sebentar disalah satu coffe shop yang gak jauh dari sana. nama tempatnya "workspace" baru buka sekitar 3 bulanan, tempat ini dulunya salon langganan aku, tapi salonnya pindah kelantai lain, ketempat yang lebih besar di lantai satu. makannya aku inget banget coffee shop ini. belum bosen dateng kesini dari pertama mereka launching sampai sekarang ini. kopinya enak wafflenya juga. kebanyakan menu disini cemilan dan ringan. tapi pematnya super cozzy dan koleksi buku mereka lengkap. that is whya mereka kasih nama workspace, karena tempatnya sendiri lebih mirip perpustakaan.
namanya dalas, tinggi bawel dan pecicilan. dia pelayan disana, yang nganterin kopi pertama saya di hari pertama mereka opening. ke sok akrab an nya yang ternyata membuat aku tertarik dan setelah pertemuan kita yang ke 4 kita memutuskan untuk pacaran. lengkap dengan pertanyaan " kamu mau nggak jadi pacar aku?" yang aku jawab dengan anggukan. sesimpel itu dan semudah itu.
semuanya serba simpel dan normal... dan kita bahagia...
hari ini dalas mau datang ke apartment, dia mau bantuin bikinin web untuk dagangan aku. dia sangat membantu aku untuk memulai bisnis butik yang udah aku jalanin hampir 2 tahunan " buka toko terlalu konventional, mulai inovasi dong..." katanya sejak 1 tahun yang lalu. dalas memang otak dagangnya lebih jalan, walaupun sekarang lebih sering nangkring di coffeeshop sebagai pelayan tapi mimpinya sangat jauh dari itu.














