Tersadar
Ini yang kedua kalinya, atau yang kesekian kalinya? Entahlah.
Hanya ingin menertawakan sekencang kencangnya, Diri.
"Haa... Ha... Ha.. " Puas rasanya.
Berdiri depan cermin dan malu untuk menatap, wajah.
Sungguh nikmat, sadar hidup ini memng adil.
Sempat berharap itu hanya mimpi,
TIDAK
Berharaplah itu nyata, biar bangun, dan tak terlarut dalam sesuatu yg sia sia.
Masih berdiri, memberanikan diri menatap wajah, dan berjanji pada diri
"Wanita itu berharaga. Jadilah wanita berharga! Hidup itu mengajarkan kita. Jadi, selalu perbaiki diri!
dan abaikan perasaan!"
Tentu perasaan yg hanya membuang buang waktu dan menguras pikiran, terutama hati. Yang datangnya dari prasangka sendiri dan selalu menerka nerka keberadaannya.
Ini bicara soal waktu, benar kata papa
"memng belum waktunya"
Jadi, cobalah bersabar.
Karena Yang Kuasa tau untuk siapa dirimu :)










