Jangan salah menilai dari kutipan di atas, karena cerita ini bukan cerita sedih-sedihan yang berisi ratapan. Sebaliknya, pembaca bisa terpingkal membacanya. Semua yang sudah membaca kumpulan cerita pendek karya Salman Aristo ini pasti setuju kalau karyanya dibilang kocak dan cerdas!
Pada bab pertamanya, pembaca disuguhi cerita pendek berjudul “Brengsek, Sialan, dan Ah Sudahlah”. Sebuah cerita yang berasal dari ide sederhana tentang si tokoh “aku” yang tidak sengaja bertemu dengan mantannya di suatu café. Tapi bagaimana penulis membawa cerita ini jadi jauh lebih kompleks dari pada itu. Penulis bisa menyambungkan dari hal sesederhana seperti bertemu dengan mantan, menjadi membahas mengenai masalah kantor dan bahkan merutuki peradaban.
Pada cerita kedua, penulis juga tak kalah dalam menampilkan kecerdasannya, bagaimana penulis membawa masalah isu feminisme dari sudut pandang laki-laki yang berprofesi sebagai satpam. Diceritakan sang istri sedang kabur dari rumah akibat marah dan diperlakukan kasar saat bertengkar dengan si tokoh utama. Dari cerita ini, terlihatlah kepiawaian penulis meramu cerita dan membawa pembaca larut dalam pembentukan opini terhadap si istri. Salut!
Kedua cerita ini dibawakan dengan bahasa yang lugas, tidak neko-neko, dan mampu membuat pembacanya ikut mengumpat, tapi justru karena alasan tulisan ini benar-benar luar biasa.
Kamu belum baca? Jangan sampai menyesal, baca ceritanya di sini ya
http://www.storial.co/book/cerita-cerita-pendek