Santun dan rendah hati Satu kisah menyebutkan, saat Rasulullah melakukan perjalanan jauh bersama para sahabat. Tibalah waktunya rombongan beristirahat. Tiba-tiba Rasulullah bangun dari duduknya, ingin mencari kayu bakar. Para sahabat tentu mencegah dan meminta agar Rasulullah tetap beristirahat. Biarlah para sahabat saja yang mencari kayu bakar. Tapi Rasulullah menolak. Karena Rasulullah faham, Allah membenci orang yang merasa dirinya lebih tinggi dibandingkan orang lain. Keseharian Rasulullah bergaul dengan semua orang dari berbagai kalangan. Mulai hamba sahaya (budak yang belum merdeka) sampai orang merdeka. Laki-laki dan perempuan, kaya dan miskin. Orang dewasa dan anak-anak. Sikap Rasulullah juga sangat hangat dan rendah hati. Tak mau menyusahkan orang lain. Tak jarang beliau menjahit sendiri bajunya yang sobek. Menuntun untanya sendiri, bahkan duduk dan makan bersama para pelayan. Tak mau diperlakukan istimewa. Tak mau dibedakan dari yang lain. Rasulullah adalah potret pribadi santun dan rendah hati. Tak heran jika semua orang cinta padanya. Orang-orang yang hidup pada masa Rasulullah. Juga orang-orang yang tak pernah bertemu dengan beliau, yang hidup di masa sekarang. "Sesungguhnya, orang yang paling aku sukai dan duduk paling dekat kepadaku di hari kiamat adalah orang-orang yang paling baik budi pekertinya di antara kalian." Demikianlah sabda Rasulullah. #sditimFA #MuhammadTeladanku #arisanbuku https://www.instagram.com/p/CGTjBU0hhA2/?igshid=1wl0kbs8degx
















