Tahniah untuk yang berjuang. Anda tidak kalah semangat! ❤
- Gambar: NB (twitter).
seen from United Kingdom

seen from T1

seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Italy

seen from Italy

seen from United States
seen from Spain

seen from Sri Lanka

seen from United States

seen from Italy

seen from United States
Tahniah untuk yang berjuang. Anda tidak kalah semangat! ❤
- Gambar: NB (twitter).
15 Oct 2017.
Okay, fine, your team won. BUT WHY DO YOU HAVE TO ATTACK OUR FANS? THEY WERE JUST THERE TO SUPPORT THEIR TEAM. THIS HAS NOTHING AT ALL TO DO WITH SPORTSMANSHIP OR UNITY WITHIN ASEAN.
JFC.
On another note, this blog wishes speedy recovery to not only the fans attacked in this incident, but also the players from the Myanmar Squash team after getting involved in a vehicular accident.
Mari Kita Duduk dan Mendiskusikan Nasionalisme
Figure 1. Laporan langsung Kompas TV 17 Agustus 2017, Wisma Indonesia Washington DC. (Foto: Satria Wijaya)
Tadinya saya tidak percaya bahwa nasionalisme itu semakin kuat ketika merantau. Ternyata memang betul. Rasa itu semakin kental justru ketika kita di negara orang lain, tidak di kampung halaman.
Itulah yang saya rasakan ketika menyaksikan upacara penaikan bendera di Wisma KBRI Washington, DC, Kamis (17/8) kemarin. Saya merasakan ada percik semangat yang sama ketika kami berjalan ke lapangan upacara, dengan pakaian terbaik, memberi hormat ketika sangsaka berkibar di angkasa. Ada tali-temali yang merekatkan kami semua sebagai saudara satu tanah air.
Diaspora Indonesia di Amerika Serikat dan seluruh dunia selalu berusaha menghidupkan suasana negara asalnya. Ada lomba-lomba 17-an, panggung gembira, bazar makanan, sampai pakaian tradisional. Seluruhnya mebangkitkan ingatan kolektif kita akan ibu pertiwi.
Bendera Terbalik SEA Games
Tapi nasionalisme itu jadi rancu ketika pada Jumat (18/8) linimasa ramai dengan kasus terbaliknya bendera Indonesia di booklet SEA Games Kuala Lumpur. Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin langsung meminta maaf lewat Twitter. Pada poin ini, saya pikir cuitan saja tidaklah pantas untuk kesalahan sebesar itu – menyangkut lambang negara – baik disengaja atau tidak. Khairy butuh permintaan maaf langsung dan resmi – yang untungnya dia lakukan kemudian.
Langkah itu tak meredam warganet Indonesia yang sudah geram sejak awal. Di linimasa Twitter dan Facebook, kita masih melihat ungkapan kemarahan. Orang mengumpat negeri jiran dengan kata-kata kasar. Sebagian memposting bendera Malaysia dengan sengaja dibalik. Lalu saya kesal sendiri, inikah nasionalisme yang kita banggakan?
Haruskah kita membalasnya dengan cara-cara yang sama menjengkelkan? Haruskah kita mengejawantahkan kecintaan kita terhadap negeri sendiri, menjadi kebencian terhadap negeri orang? Ayolah, kemasan nasionalisme itu benar-benar tidak cantik. Kebanggaan tidak membuatmu berhak mencela Malaysia. Kesal boleh, tapi tetap hormat.
Nasionalisme harus berdiri tangguh, tapi tidak angkuh.
Nasionalisme harus hangat namun tidak galak.
Buat saya, itulah makna nasionalisme yang relevan kini, saat teknologi telah merangkum dunia menjadi kampung mungil. Sebab di balik identitas kewarganegaraan kita - Indonesia, Malaysia, seluruh dunia – kita semua sama-sama warga dunia, sama-sama manusia.[]
Taking @grabmy to the #SEAGames2017 Opening Ceremony! #SEAGames #BangkitBersama #gpoy
#rimau #sukansea2017 #seagames2017 #bangkitbersama #tb #throwback cite semalam...jalan2 naik MRT... (at Pavilion KL)
Chloe Ing's First Place SEA Games Free Skate 2017
https: //www.youtube.com/watch?v=DbMjsuCeptw&feature=share
PLEASE give this a watch if you can! I want to help my sister get as much love and support as possible.❤️