~UTS . Semangat UTSnya ya.. Semester 6 🎓📚📙📘📗📕 🎓 . #semangatuts #semestertua #thanksforeverythin ~sq 🙂 (di Bandar Lampung)

seen from Belgium
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from India
seen from Malaysia

seen from Algeria

seen from Malaysia
seen from Ireland

seen from United States

seen from Azerbaijan

seen from Algeria
seen from Netherlands

seen from United States
seen from China
seen from Russia
~UTS . Semangat UTSnya ya.. Semester 6 🎓📚📙📘📗📕 🎓 . #semangatuts #semestertua #thanksforeverythin ~sq 🙂 (di Bandar Lampung)
TASKS 1. pidana: analisis kasus 2. perdata: makalah kelompok 3. mpktb: cheatsheet 4. mpks: baca komik eropa
i keep telling myself to do the most important and the hardest and the one which has closest deadline and they all refers to pidana. but i currently doing the number four anyway...
and i got this.
hey isn’t it poging?
wow i even get my source of criminal task when i do what my heart told me to
Sekeliling Kuliah #1: UTS, ada hafalan dan hitungan
Suara kendaraan terdengar dari kamarku yang memang hanya berjarak beberapa meter saja dari jalan raya. Terdengar kendaraan melaju dengan lancar, tidak seperti sore-sore biasanya yang harus bersabar dengan kemacetan. Hari ini Selasa, 27 Oktober 2015 sore hari pukul 5 aku sedang duduk di kamar menatap langit dari jendela. Sore ini biasa saja, tidak cerah ataupun tidak mendung. Tak ada yang spesial, kecuali hari ini merupakan hari ke-2 UTS. Ya, disini, di IPB, sedang dihelat acara akbar yang diikuti mahasiswa IPB, Ujian Tengah Semester. Minggu minggu pertaubatan, inilah dua pekan yang menjadikan mahasiswa lebih sering membuka tas, menghidupkan laptop, membaca buku, dan mendekatkan kalkulator dan pulpen bagi mereka yang terlibat dengan perangkaan. Inilah masa dimana sajadah yang biasanya digelar lima kali, kini bisa bertambah menjadi tujuh kali, bahkan lebih. Pagi buta yang biasanya masih terdengar nyanyian tidur, kini terdengar lirih suara para penghafal materi dan suara tombol kalkulator yang dipencet dengan cepatnya. Akupun juga begitu, sama seperti mereka. Tadi pagi beberapa jam sebelum ujian dimulai, kamarku ramai oleh beberapa orang. Sebut saja mereka Indra dan Usman, Indra merupakan adik tingkatku di Teknik Sipil dan Lingkungan, sedangkan Usman itu mahasiswa Kedokteran Hewan satu tahun dibawahku. Singkat cerita Indra sedang nanya soal tentang kecepatan kritis suatu aliran dalam saluran berbentuk trapezoidal (ga usah dihiraukan, ga penting). Nah sedang pusingnya dia menghitung, noleh tuh dia ke samping, ada Usman yang sedang konsen menghafal nama nama lalat yang mengganggu hewan, ntah apa aja namanya akupun tak tau.
“enaknya yang cuma ngapalin, ga perlu susah susah ngitung, bawa kalkutator, apalagi ngapalin rumus yang panjang” ledek si Indra.
“ya ga juga kali, banyak yang harus diapal, lu cuma dikit doang yang harus diapal, ngitungnya juga enak pake kalkulator” timpa si Usman.
“yaudah coba aja lu kerjain soalnya Usman, lu juga coba kerjain soalnya Indra, tukeran soal” sambarku yang sok bijak sambil berjalan ke kamar mandi, seperti biasa praktikum wajib tiap pagi.
Sebenarnya siapa yang paling enak di antara mereka? Menghitung atau menghafal? Bagi Indra yang anak “teknik” yang terbiasa dengan hitungan dan jauh dari banyak hafalan, dalam pikirannya mereka yang “hanya” menghafal itu enak, ga usah susah dengan angka, rumus, dan tentunya operasi perhitungan, juga tidak harus sering-sering latihan soal agar terbiasa dengan rumus. Jawabannya juga kalau tidak sama persis masih bisa ditoleransi, tidak seperti soal hitungan yang hasil akhir itu bisa dibilang “mutlak”. Namun menurut Akhmat 2014 (teman dekat dari SMA, anak Kedokteran Hewan, sepertinya sekarang ga jomblo), Menghafal itu tidak segampang dipikiranku, banyak prasyarat dalam menghafal, antara lain:
Catatan yang rapi dan indah dipandang mata, agar menarik saat dibaca, tidak bikin bosen.
Suasana yang kondusif, biasanya yang tenang, tidak ramai, dan nyaman.
Butuh waktu yang lama biar hafal materi, apalagi kalau materinya banyak.
Metode menghafal yang nyaman dipakai, harus tau cara menghafal yang paling berhasil, bisa mencatat, mendengarkan, mendengarkan sambil mencatat, atau membaca sambil mencatat, dsb.
Camilan, biar ada teman menghafal.
Dll
Terlepas dari perbedaan diatas, menghafal atau menghitung itu urusan pribadi masing-masing, jangan diperdebatkan. Aku lebih suka menghitung, jadi menurutku lebih gampang menghitung. Kalau pendapat kamu beda, boleh-boleh saja, tidak ada yang melarang. Hadapi saja apa yang harus dihadapi, kalau memang harus menghafal, ya coba menghafal. Kalau harus menghitung, ya menghitung. Tetap semangat UTS-nya kawan-kawan.
Salam Hari Sumpah Pemuda.
Bogor, pagi hari 28 Oktober 2015
Tetap jaga diri dari berbuat maksiat , karena ilmu tidak akan sampai kepada orang-orang yang gemar melakukan kemaksiatan
@mt_alkhawarizmi