Membaca Tanda "Dua Garis Biru" - [Sebuah Parafrase]
Jessy membuka laptopnya kembali. Logline? Sudah. Ide? Juga sudah. Semiotika? Sedikit. Meski dia yakin naskahnya akan mengalir. Apa susahnya menulis kalau sosok yang diceritakannya adalah Ben, cowok yang sudah lama ditaksirnya di kelas. It’s gonna be as easy as makan kerupuk. Tetapi, bagaimana caranya supaya tanda-tanda absurd di mimpinya itu menjadi jiwa dari naskahnya? Rumah. Benih. Pohon. Jessy…
View On WordPress













