KP Bersama Geng Balitsa :3 - part 1
Setiap mahasiswa punya preferensi tempat KP masing-masing. Ada yang niatnya jalan-jalan, nyari duit, nyari pengalaman, yang penting KP, sekalian TA, yang deket, yang jauh, nyari jodoh #eh ...anyway kami (entah mengapa) memilih KP di tempat yang dekat. Yep tempat KP kami: Balai Penelitian Tanaman Sayuran atau Balitsa yang berlokasi di Lembang.
Geng Balitsa sendiri terdiri dari saya -Ririn-, Cucun, Uchum, Tya, serta 3 anak mikro yaitu Angga, Tia, dan Jidah.
Geng Balitsa (minus Tya karena lagi pulang kampung)
Rencana awal KP kita mulai tanggal 27 Juni - 22 Juli 2013. Dari semua anggota geng Balitsa, yang kerjanya sesuai timeline cuma saya haha (dan lebih sedikit). Well, yang lain mulai belakangan karena pembimbing yang masih sibuk.
Di Balitsa sendiri terdiri dari beberapa laboratorium penelitian dan kebun yang luas. Kerja yang ditawarkan bisa berupa penelitian di laboratorium ataupun di lapangan. Laboratorium yang terdapat di Balitsa antara lain Laboratorium Benih, Lab Pemuliaan dan Plasma Nutfah, Lab Hama dan Penyakit, Lab Kultur Jaringan, Lab Tanah, Lab Fisiologi Tanaman, Lab Bakteriologi dan Mikologi, Lab Virologi, Lab Nematologi, Lab Entomologi, Lab Fisiologi Hasil, serta Lab Sentral.
Kami seluruhnya masuk ke dalam laboratorium. Tya di lab virologi; Cucun, Uchum, Angga, Tia, dan Jidah di lab hama dan penyakit; dan saya sendiri masuk di lab pemuliaan bagian kultur jaringan.
Mari kita bahas lab saya!
penampakan depan lab kultur jaringan
Lab kultur jaringan yang jadi tempat saya KP berlokasi di gedung Pemuliaan dan Plasma Nutfah, padahal di Balitsa sendiri ada lab Kultur Jaringan tersendiri, yo weis lah ya. Jadi, Lab kultur jaringan tempat saya KP ini fungsinya cuma untuk perbanyakan. Sub kultur, bikin medium, sub kultur, bikin medium, sub kultur lagi, bikin medium, jajan(?), bikin medium, main(?), sub kultur, jajan lagi, pengamatan, bikin medium.
Penghuni dari Lab ini terdiri dari 3 orang, Ibu Nuni (pembimbing saya, yang lebih sering di ruangannya sebenernya), Teh Imas, dan Eni. Jadi sebenernya di lab cuma kami bertiga aja, ah! berempat dengan Ai yang suka numpang buat nguljar bawang dari lab sebelah. Sedangkan Ibu Nuni datangnya occasionally.
Lanjut lagi, hari pertama itu dimulai dengan bincang-bincang seputar lab kultur jaringan. Tanaman yang dikultur itu hanya tanaman kentang tapi varietasnya banyaaaaaaaak bgt. kalo di lab lain ada kentang, cabe, bawang merah~ tapi di Balitsa sendiri emang lagi fokus di tanaman kentang sih.
Hasil kultur
Di lab kuljar tempat saya KP dibagi jadi 3 ruangan: yaitu ruang persiapan, ruang aseptik, dan ruang kultur. Ruang persiapan sendiri fungsinya untuk penyiapan media, tempat cuci2, autoklaf, bikin stok medium, bikin akuades, nyimpen botol kultur, dan tempat gosip ngobrol.
Ruang persiapan (don't mind my reflection ><)
Ruang aseptik fungsinya untuk menanam. Metode kultur yang digunakan adalah metode single-node culture (kultur dengan satu mata tunas), ituloh jadi tanaman kentang yang dikultur dipotong-potong terus ditanam bagian2 yang ada nodusnya. Pernah juga saya diajarkan metode tanam meristem, jadi yang ditanam cuma bagian nodus apikal dan untuk motong nodusnya aja susahnya setengah idup dan mata sampe jereng. Balik lagi, Nah ruangan ini terdiri dari kulkas yg isinya medium stok, 3 buah laminar air flow, rak medium, dan lemari pendingin untuk menyimpan kultur parental. Di sini kerjanya harus full aseptik: baju bersih, jas lab bersih, masker, peralatan dissecting set steril untuk kultur, capet yang udah di autoklaf, pokoknya semuanya harus steril. Setiap satu botol kultur diisi 10 nodus yang nantinya akan jadi 10 tanaman kentang baru.
Ruang aseptik tempat penanaman kultur jaringan
Nah setelah sub-kultur selesai, botol-botol ini disimpan di ruang kultur. Ruang Kultur ini terdiri dari rak kultur yang berisi botol kultur. Di ruangan ini diperlukan cahaya selama 24 jam dalam seminggu nonstop jadi di setiap rak dipasang lampu banyak. Suhu di ruangan ini juga disesuaikan yaitu 20 derajat celcius.














