#uptoyou #sukasuka #seterah
seen from Yemen

seen from United Kingdom
seen from China
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Iraq

seen from United States

seen from United States
seen from Singapore

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Russia

seen from Argentina
seen from Belgium
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Iraq
seen from United States
seen from Iraq
seen from Italy
#uptoyou #sukasuka #seterah
Coret coret
Introvert. Dari dulu, tiap awal masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi (missal: SD ke SMP, SMP ke SMA and so on) pasti saya nggak punya banyak temen. Mungkin hanya ada satu dua orang yang deket. Itu aja. Kalo dibilang introvert sih nggak juga ya, saya ini orangnya bodor, banyak omong dan suka jalan buat mereka yang udah kenal deket. Nah masalahnya ini, gimana penilaian orang-orang yang nggak saya kenal deket??
Masa peralihan dari SMP ke SMA buat saya adalah hal tersulit dalam hidup. Bahkan buat saya masa-masa itu adalah masa yang lebih sulit daripada harus bertahan hidup sebagai perantau di Surabaya. Mereka yang nggak kenal, mungkin akan menyebut saya introvert atau anti social. Tapi setelah menggali ke dalam diri saya lebih dalam, problem saya bukan introvert (karena menurut saya, saya ini bukan tipikal orang introvert). Problem yang saya hadapi adalah; saya susah beradaptasi dengan lingkungan baru. That’s all.
Butuh waktu satu semester buat deket sama teman-teman saya di kelas 10 dulu. Dulu temen ngobrol di kelas 10 palingan Cuma Afton, Endy, Javas, Berty sama Linda. Selebihnya, saya sungkan buat starting a conversation. Jadi ya walopun papasan sama teman yang lain, ya Cuma diam aja. Dan itu satu semester, bayangkan. Setelah bisa ikut blend sama temen sekelas sih, barulah mereka bisa merasakan bahwa saya ini bukan seperti yang mereka pikirkan sebelumnya.
Masa-masa kesepian di kelas 10 itulah yang membuat saya sangat akrab dengan media social, aktif menulis Cuma buat ngeyakinin diri sendiri bahwa emang sebenarnya saya nggak sendiri. Banyak juga temen-temen di dunia maya yang akhirnya jadi akrab di dunia nyata. Kalo dipikir-pikir sedih ya, saya emang sesendiri itu
Kalo kelas 11 sama 12 sih nggak perlu ditanya lagi. Soalnya temen-temen udah diatas rata-rata semua ketidakwarasannya wakakakaak dan disitulah kemudian bertemu belahan jiwa(?). Jadi jarang aktif di media social juga, karena terlalu enjoy di dunia nyata. Memasuki kuliah, kayaknya pola sama bakal terulang lagi. Walopun udah punya circle sendiri tapi ya kadang ngerasa masih butuh berteman sama lebih banyak orang. Tapi sekeras apapun saya memaksa buat nyama sama situasi baru, sekeras itu juga dari dalam diri saya berontak bahwa saya benar-benar nggak nyaman dengan situasi ini.
Ah, masi 20 tahun. Masi bisa belajar lagi buat adaptasi dan antek anteknya. Pertanyaannya, sampai kapan?
Udah ah cape ngetiknya.
Balada Anjing Kampung Kemarin Sore
Aku kotor berbau selokan
sampai kau hadir dan memandikanku
.
Aku kurus dan memakan sampah
sampai kau hadir memberiku daging segar
.
Aku berjalan tanpa arah
sampai kau hadir menuntunku di sore hari
.
Aku cacat terkoyak anyir
sampai kau hadir menutupi luka-lukaku
.
Aku kedinginan terjerat rembulan
Sampai kau hadir menyelimutiku dengan harapan
.
Aku ketakutan dikelilingi anjing kampung jahat lainnya
Sampai kau hadir melindungiku dari mereka semua
menjeratnya dengan persahabatan
.
Sempat aku bahagia
Ketika lapar bukan lagi hama yang coba untuk membunuhku
.
Sempat aku bahagia
Ketika tatapan anjing lain selalu terhalang oleh nanarmu
.
Sempat aku bahagia
Ketika seluruh gerakan jemari lucumu hanya ditujukan padaku
.
Sempat aku bahagia
Sampai Siberian Husky-mu yang dulu lari darimu menemukan jalan pulangnya
dan kamu pergi kepadanya yang selama ini terus ada dalam penasaranmu
Meninggalkanku di sudut jalan blok tetangga
sendirian dan menunggumu
aku tak bisa pulang tanpamu
.
Karena sudah seyogyanya anjing kampung kembali ke habitatnya
sejatinya memang bukan di halaman rumahmu
semoga sang husky tak lagi membuatmu menangis
Semoga.
.
Dari aku, anjing kampung yang tidak pernah tidak mencintaimu
sejak hari pertama kau memungutku.
.
Aku pamit.