1. Manusia tidak tahu apakah dia akan masuk surga atau tidak ketika ajal tiba; 2. Setiap manusia yang beranggapan surga itu ada ingin masuk surga; 3. Manusia beragama, baik yang religius maupun tidak, akan memohon keajaiban ketika sedang sakit keras; 4. Manusia tidak ada yang sempurna.
Lantas kenapa manusia malah memohon disembuhkan penyakitnya lalu diberi umur panjang untuk beribadah/bertobat, bukannya menerima maut dengan tersenyum dan memohon meninggal dalam keadaan baik lantas masuk surga? Toh keduanya (kesembuhan dan masuk surga) sama-sama butuh keajaiban dan sama-sama tidak menentu (apakah akan dikabul atau tidak), diberi umur panjang pun belum tentu beribadah malah bisa saja menambah dosa. Bukankah tujuan akhir yang ingin dituju sama-sama surga? Kenapa berbelit dan tidak meminta yang utama?












