Yup, Anda baru saja membaca sebuah pernyataan kontroversial yang tertera di gambar di atas. Apakah pernyataan tersebut benar atau salah? Saya juga belum tau. Bahasan ini masih menjadi pergumulan saya haha. Jadi intinya, saya pasang pernyataan di atas bukan sebagai opini yang perlu dipercaya atau tidak, tetapi ini pernyataan legendaris dari seorang wanita yang terdapat di foto di atas, namanya Novita.
Walaupun pernyataannya gak bisa ditelan bulat-bulat, pernyataan ini merupakan suatu bagian dari sebuah malam yang menyadarkan saya tentang suatu hal yang sangat penting. Saat itu saya masih ditenggelamkan oleh pikiran bahwa saya tidak bisa melakukan sebuah hal –sebuah tanggung jawab yang sangat penting– dengan alasan saya tidak passionate dalam hal itu. Perbincangan dengan teman saya ini malam itu membuat saya masih memikirkannya ketika sampai di rumah. Setelah merenungkannya, saya merasa mind-blown sekali dan sadar akan sebuah karakter yang salah di balik excuse yang saya buat. Kesadaran itu membuat saya hanya bisa berdoa dengan diliputi sebuah emosi yang mendalam. Saya sungguh bersyukur untuk momen itu hingga di malam yang sama, saya mengungkapkan apa yang terjadi dan berterima kasih pada teman saya ini. Saking meluap-luapnya hati saya, saya mengirim chat yang sangat panjang dan emosional padanya.
Jadi ini kira-kira 1/5 atau lebih sedikit dari total chat saya ke dia malam itu. Panjang banget kan ya? Terus jawabannya apa coba?
Kesel ga sih……………………. Tadinya mau berterima kasih dengan sangat banyak sama orang ini jadinya malah… sebel setengah mati. Bayangin orang melankolis dihajar dengan perkataan langsung yang tidak berperasaan ini, habislah. Jadi, pesan saya buat yang kenal sama Novita dan merupakan orang yang melankolis, siap-siap aja diginiin. Jangan sakit hati karena beginilah adanya dia, si anak kolerik.
Saya sih sebenarnya cukup tertipu dengan anak ini. Setelah lewat berapa lama, baru berasa banget anaknya dominan banget. Jadi, dulu awal-awal sih terlihat effortlessly kocak pisan, seperti terlahir pandai melucu (padahal baru-baru ini dia mengakui hampir semua hal dalam hidupnya dipelajari dari orang lain, termasuk melucu…….). Daaaan, ternyata dia ini bisa dikatakan saingan dari seseorang yang merupakan ahli kuliner –yang tau info makanan se-Bandung dan kota-kota lain dan update banget promo-promo Dealoka (ha-ha-ha)–. Dia suka banget makan dan kerjanya nge-spam foto makanan di chat orang. Pfft.
Walaupun anaknya suka absurd, tapi temenan sama dia ga kopong. Selain memberikan wisdom yang mengubah pikiran saya yang saya ceritain di atas, ada hal-hal lain yang menginspirasi (azek). Novita ini anaknya care banget sama temen-temennya. Dia peduli sama beberapa temen yang lagi mengalami masa sulit. Ga cuma sama temen-temen seangkatan, dia juga suka nempelin beberapa adek-adek kelas, termasuk “Triwira Raeka” (pasti tau maksudnya hahaha).
Lalu di suatu pertemuan doa semalaman, dia pernah berdoa untuk kampusnya yang dulu, yaitu Unpad Jatinangor. Dia berdoa supaya ada orang-orang yang mengenal Tuhan dan jadi murid Kristus di kampus ini lewat pelayanan di mana kami terlibat. Beberapa hari kemudian, saya punya kesempatan untuk betemu seorang mahasiswi dari kampus ini (yang sebenarnya sudah sejak lama dijangkau oleh banyak orang) dan doanya terngiang begitu kuat dalam ingatan saya. Hati saya begitu yakin bahwa ini jawaban dari doanya. Dan benar saja, sesuatu terjadi pada anak ini. Hatinya begitu tergugah dalam sebuah event yang pelayanan kami adakan. Anak ini sekarang masuk dalam proses pemuridan bersama pembimbing rohani yang lain. Saya tidak berkontribusi banyak, hanya bertemu sekali untuk sharing-sharing ringan, kemudian di kesempatan lain bagi firman sekali, dan memang dia ikut event ini dari keinginan pribadi dan ajakan temannya tapi saya menjadi saksi hidup dari sebuah realita bahwa doa itu sangat powerful.
Selain itu, TA-nya Novita ini powerful juga. Dia sama temen-temen setim TA-nya buat alat purifikasi air dengan proses ozonisasi. Dan alatnya mau beneran diproduksi, alias dijadiin bisnis! Wah, TA yang menginspirasi bukan? Doakan saja ya supaya usaha ozon Cici Novita ini berhasil sehingga cita-citanya menjadi misionaris full-time sekaligus menjadi financial supporter untuk pengerjaan Amanat Agung bisa dicapai. Aaameeeen!
Dan salah satu hal terakhir yang paling berkesan adalah masa-masa kelam dalam hubungannya dengan Tuhan. Dia meninggalkan hubungannya dengan Tuhan dan segala macam pelayanan. Sebagai akibatnya, di masa-masa itu, dia punya banyak waktu untuk fokus dengan kuliah. Dia bisa punya waktu belajar lebih dan alhasil, hasil kuliahnya meningkat di semester itu. Sepertinya semua berjalan lancar tetapi ada sesuatu yang rasanya tidak beres. Dia merasa bahwa ini tidak benar dan akhirnya dia kembali pada hubungan yang sejati dengan Tuhan. Mungkin banyak dari kita baru kembali kepada Tuhan ketika hidup mulai berantakan. Akan tetapi, kisahnya cukup berbeda. Bukan keadaan hidup yang memaksa dia kembali pada Tuhan tetapi di tengah semua keadaan ‘baik’ yang bisa ia lihat, ia mendengar kebenaran yang berseru-seru di hatinya. Dan ia mengambil pilihan yang tepat.
Novita Terima kasih sudah menginspirasi Di masa sukar Dan di masa penuh tawa (Sengaja lebay biar lu jijik, Nov wkwkwk)
I wish the best buat pameran produknya dan buat keberlanjutan bisnis lu ya Nov. Happy belated birthday yaa.
Your friend (yes, your friend, not just your fellow-worker),
Sharon.
Di sini ada puisi buat lu, Nov, sesuai permintaan di masa lalu. Yup, Anda baru saja membaca sebuah pernyataan kontroversial yang tertera di gambar di atas. Apakah pernyataan tersebut benar atau salah?








