
seen from Germany

seen from Kazakhstan

seen from Sweden
seen from Germany

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from South Africa
seen from Türkiye

seen from Spain

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany
12/100 Cangkang
Kadang aku terpesona dengan cangkang seekor siput.
Meski ia berjalan lambat, ia tak perlu takut apapun lagi karena kapanpun ia merasa terancam, ia bisa bersembunyi di balik cangkangnya.
Aku hanya manusia dengan dua kaki. Jika hujan datang, hampir bisa dipastikan aku sedang tidak membawa payung. Jika sesuatu mengganggu perasaanku, aku tidak bisa mengurung diri dalam cangkang. Sebagai manusia yang hidup berdiri di atas kaki sendiri, aku harus menghadapi semua situasi dengan kedua kaki yang kokoh.
Aku hanya manusia dengan dua kaki. Yang sering kali dituduh lamban karena tak mampu mengejar standar standar yang entah siapa berani beraninya membuatnya. Sedang Siput tak perlu risau dituduh lamban, memang itu mungkin tertera sebagai nasabnya.
Kadang aku terpesona dengan mudahnya Siput menjejak, mudahnya ia dikenali oleh yang lain.
Kadang aku terpesona dengan kemampuannya melewati berbagai medan, ia sungguh tangguh meski hanya seonggok Siput kecil dengan lendirnya. Dengan cangkangnya yang tetap ia bawa meski itu berat.
Ya..
Mungkin juga berat menjadi dirinya.
Yang kadang terinjak oleh manusia di ladang ladang karena ia kurang gesit menyelamatkan diri.
Yang kadang juga dibuat sup di hotel hotel berbintang
Yang kadang juga lendirnya diambil paksa untuk kecantikan wanita masakini.
Apa yang harus dilakukan siput jika kepalanya berat tapi ia tetap harus memikul cangkangnya yang juga berat?
Lalu, dengan sembrononya aku mengutarakan kekagumanku akan cangkangnya dan berujar betapa beruntungnya ia?
Sementara aku sekonyong konyong mengutarakan kekagumanku yang tidak bertanggungjawab ini padanya tanpa tau apa sebenarnya isi hati dan pendapat pribadinya tentang cangkangnya?
Apa yang dirasakan oleh Siput jika ternyata cangkangnya lebih mudah dikenali dibanding dirinya yang sebenarnya?
Bodoh sekali aku!
Ingatkan aku agar tidak menginjak cangkangmu, jika bertemu.
Ingatkan aku, tentang isi hatimu, cukup dengan tersenyum mafhum dengan mata yang tertutup, khas darimu.
Tapi aku akan tetap kagum,
Betapapun kamu menganggap itu cukup mengganggumu,
Maafkan aku.
Ciawi, 11 September 2019
© @silminadilah