Tempat Kenangan
Saya kembali berada di sebuah tempat kenangan. Dua hari yang lalu takdir kembali mempertemukan kami, salah satu keinginan telah menjadi sebuah kenyataan. Saya bersyukur. Meski tidak hanya kisah bahagia yang mengisi lembar-lembar kebersamaan kami, saya bersyukur bisa kembali ke tempat ini. Meski rencana tidak berjalan sesuai keinginan, saya tetap bersyukur. Saya bersyukur diperkenankan untuk menikmati udaranya sekali lagi. Saya bersyukur karena yang tidak diinginkan dapat diikhlaskan. Saya bersyukur meski beberapa yang ingin ditemui tidak berada disini, saya tau mereka juga merindukan tempat ini dan tentu saja merindukan saya *plakk*. Hanya saja kami belum diijinkan untuk kembali bersama.
Ada beberapa kisah yang saya syukuri sejak dulu hingga sekarang, beberapa menyusul setelahnya, dan yang lain masih menunggu giliran. Terkadang saya ingin sekali mengoreksi beberapa hal di masa lalu, yang menurut saya tidak seharusnya terjadi dan sama sekali tidak perlu terjadi. Dan semua itu berakhir dengan percuma, sia-sia saja. Tempat ini adalah bukti bahwa yang masih menunggu giliran tidak dapat merusak yang telah disyukuri. Sesuatu yang tidak diinginkan, tidak seperti tinta yang akan merusak seluruh susu sebelanga. Namun, keikhlasan adalah hal yang patut diperjuangkan. Saat ini, saya merasa seperti seorang tentara pasukan khusus yang punya misi perdamaian penting dan harus segera diselesaikan. Peluru di pistol sudah lengkap, tetapi sama sekali tidak akan digunakan. Saya melakukan genjatan senjata. Perdamaian tidak selalu butuh pertumpahan darah.
Bagi saya, perdamaian tidak hanya untuk seluruh bangsa, tetapi juga untuk seluruh jiwa dan salah satunya adalah jiwa saya. Bagaimana mungkin saya bisa hidup damai dengan jiwa yang terjajah? Sungguh tragis. Saya tau yang perlu saya lakukan adalah berhenti menulis dan kembali tidur. Karena jika tulisan ini diteruskan, Kapten Yoo Si Jin akan memilih untuk cuti sementara dan pergi ke Indonesia untuk mengasihani saya. Saya punya keyakinan yang cukup tinggi, bahwa tulisan yang sungguh drama ini akan mengalahkan drama Korea hanya dalam beberapa detik saja. Sehingga wajar saya jika Kapten Yoo Si Jin mau repot-repot cuti hanya untuk menemui saya. Tapi gak apa-apa sih, saya juga ngarep. Haha.
Dyah Oktavia | Kamis, 12 Muharram 1438













