Kalender Milad
Ada hal yang menarik dari perayaan hari milad dalam keluarga saya. Bukan karena hadiah atau cara merayakannya, karena tidak ada yang istimewa dari kedua hal tersebut. Tetapi karena Ibu saya menggunakan dua sistem kalender sekaligus saat menyiapkan ‘satu set menu’ untuk menunjukkan kasih sayangnya pada anggota keluarga yang sedang mengulang tanggal lahirnya.
Seperti kebanyakan keluarga lain di Indonesia, keluarga saya juga menggunakan kalender masehi dalam kehidupan sehari-hari dan hanya sesekali saja menggunakan kalender hijriyah. Dan seperti yang sudah kita ketahui bahwa sistem kalender masehi menetapkan pukul 00.00 sebagai pergantian hari. Sedangkan sistem kalender hijriyah menetapkan adzan maghrib sebagai tanda hari baru telah dimulai. Uniknya, kedua sistem kalender tersebut digunakan sekaligus dalam perayaan hari milad dalam keluarga saya.
Ceritanya, tanggal 26 Oktober adalah tanggal lahir salah seorang anggota keluarga kami, sebut saja Malika. Karena menggunakan nama bulan ‘Oktober’, maka seharusnya hari milad dirayakan saat atau setelah jam 00.00 tepat pada tanggal 26. Namun, karena keluarga saya masih ‘dibayang-bayangi’ sistem kalender hijriyah, maka Ibu saya sudah menyiapkan satu set menu khas beberapa menit sebelum maghrib. Yang kemudian akan dido’akan setelah sholat maghrib dan dibagikan kepada salah seorang tetangga sebagai sedekah.
Ya, kami merayakan hari milad Malika tanggal 26 Oktober pada tanggal 25 Oktober selepas maghrib. Dua sistem kalender sekaligus telah berjasa pada ritual perayaan ini.
Jika Malika menerapkan hal yang sama untuk ucapan selamat yang diterima olehnya, maka yang terhitung tepat waktu adalah ucapan yang diterima pada tanggal 25 Oktober selepas maghrib hingga tanggal 26 Oktober sebelum maghrib. Ucapan yang diterima sebelum waktu tersebut yang sudah jelas tidak mungkin ada dan sesudahnya termasuk ucapan yang salah waktu. Tapi tenang, do’a-do’a yang diucapkan dengan setulus hati tidak pernah salah kok :’)
Sebagai perwakilan dari Malika, saya ucapkan terima kasih atas semua do’a-do’a dari kalian. Do’a yang baik dari kalian akan kembali juga kepada kalian. Sekali lagi, terima kasih :)
Dyah Oktavia | Kamis, 26 Muharram 1438














