° Kita marah, geram dan menghujat, saat seorang ibu senandungkan puisinya. Padahal, Puisi itu benar, baginya. Salah bagimu. Itu saja. Jangan hukum ia, biarkan puisinya menghukum dirinya. Bukalah mata, telinga dan hati. Jangan caci ia, jangan hina-dina ia, jangan! Jika tidak, puisi itu akan benar bagi semuanya. Bacalah puisi lain, yang tidak hanya adzan, dan hijab pujaan. Bacalah puisi lain, yang tidak hanya kain dan penutup ujud. Tuhan, bahkan dicerminkan pada wanita. Tuhan, Bahkan dinisbatkan pada matahari. Tak ada yang salah. Nafsunya yang liar, seperti kata syair Arab; "Inna al-nisa’a syayyathinu khuliqna lahum. Wa na’udzubilaahi min syarri al-syayyathin". (Sesungguhnya wanita adalah syetan yang diciptaan untuk manusia, Dan kita seyogyanya berlindung dari godaan wanita). Tapi bukankah lebih benar kata Nabi SAW, “Tiga hal dari dunia ini dibuat memikat padaku: wanita, parfum, dan kesejukan mataku ketika shalat” (HR. Ibnu Majah). .... Puisi ibu itu menjengkelkan, tapi begitulah wanita, dan kita tetap harus mencintainya. #smartbiem #puisi #ibu #rahmawatisoekarnoputri #puisiibu #wanita (at Serang, Indonesia)