Satu Tahun, Lain Cerita
Pada tanggal yang sama 12 Januari tahun lalu, perempuan ini sangat kepayahan karena diagnosa dokter, karena sakit, karena ketakutan, karena hal-hal yang membuatnya tidak bisa berdiri tegak. Hari itu, perempuan ini mengetahui bahwa tubuhnya tidak baik-baik saja, tidak sekuat yang dibayangkan, dan ternyata serapuh ranting tua yang perlahan akan melapuk. Hari itu, perempuan ini menahan tangis yang akan meledakkan kecemasan, berjalan menopang kepala yang penuh dengan berbagai pertanyaan dan bayangan-bayangan mengerikan. Hari itu, perempuan ini bagai tenggelam mencari ruang untuk bertahan. Namun………… Pada tanggal yang sama 12 Januari tahun ini, perempuan ini masih bertahan dan tetap berjuang untuk menghadapi berbagai proses alami yang harus dihadapi tubuhnya. Hari ini, perempuan ini sedang taat belajar untuk memahami berbagai gelombang yang mengisi seluruh ruang hidupnya. Hari ini, perempuan ini memupuk tawa, canda, riang, gembira, semangat, hangat, cita, dan harapan dalam setiap waktu yang melaju. Tanpa takut, tanpa sedih, tanpa perih, tanpa penyesalan, berjalan perlahan dengan memohon kelapangan agar selalu damai. Hari ini, perempuan ini semakin mengerti tentang indahnya menghidupkan harapan dan menebar sabar.











