[DISKUSI ISLAM PROGRESIF] >>> Perubahan tempat! Diskriminasi, Rasisme, dan Kekerasan terhadap Mahasiswa Papua di Kota Surabaya, Malang, dan Semarang pada pertengahan Agustus 2019 memicu "protes" yang berkepanjangan di tanah Papua, hingga hari ini. Tindakan itu sama dengan menggarami luka lama. LIPI memetakan masalah akut yang harus diselesaikan Negara, mulai dari sejarah aneksasi Papua ke Indonesia, pelanggaran HAM dari tahun 65, dimarginalkan di tanah sendiri, hingga kegagalan pembangunan, termasuk penjarahan sumber daya alam. Maka cita-cita kemerdekaan Papua Barat semakin menguat, dalam menentukan hak nasib sendiri atas buminya. Lantas sudahkah Negara bijak, dengan memutus jaringan komunikasi, lalu menambah pasukan aparat di sana? Lalu bagaimana peran Agama dalam merespon sederetan konflik Papua? Bagi Max Weber, Agama muncul sebagai bagian untuk memberikan makna. Maka tak sedikit pula yang bertanya tentang peranan Islam, sebagai agama yang "Rahmatan Lil Alamin". Agama yang menebar rahmat kasih sayang kepada seluruh alam, termasuk Papua dan segenap persoalannya. Kami mengajak kawan-kawan semua untuk menyumbang gagasan dalam diskusi : "RAHMATAN LIL ALAMIN UNTUK PAPUA; Diskusi Islam Progresif", bersama : - Muhammad Al-Fayyadl (FNKSDA) - In'amul Mushoffa (Intrans Institute) - Mohammad Soleh (LBH Surabaya) Kamis, 05 September 2019 | 14.00 WIB - Selesai 🌳 Halaman Gedung Self Access Center (SAC) UINSA Jln. Ahmad Yani No. 117 Surabaya @lpmsolidaritas @fnksda @kaderhijaumuhammadiyah @pena_merahsby @aliansiliterasisby @aksikamisansby @surabayamelawan @officialimabaya @demauinsa_official @jurnal_tulisme #StopDiskriminasi #StopRasisme #StopKekerasan (at Gedung SAC UIN Surabaya) https://www.instagram.com/p/B2A8kSHlBPJ/?igshid=1krlmsx8t6aiu