2017. Tahun yang cukup bikin adrenalin, otak dan hati kerja lebih keras dari sebelumnya. . Persis 1 tahun yang lalu, udah dikasih ujian dengan mobil turun setengah mesin pas lagi pindahan. Berlanjut merasakan kerja di rumah, telp klien sambil direcokin anak, buka laptop sembunyi2, mulai kerja setelah anak tidur, long distance sama kantor sempat tanpa ART dan akhirnya dapet walaupun yang pulang pergi (tetep ga bisa full fokus kerja). Bolak balik Purwokerto-Bandung-Jakarta dan serangkaian workation yang terpaksa ngorbanin Ay jadi nomaden. . Belum lagi ujian tahun ke-4 punya usaha sendiri. Dari ditolak, gagal pitching berjuta kali, konsep dibajak, karyawan berulah dan kabur, gagal fokus berkali-kali which forced me to use my patience, wisdom and instinct. . Dan tentunya masalah keuangan dan rumah tangga tahun ke-4. Namanya manusia, dengan sumbu kesabaran yang ga panjang2 amat, apalagi dengan hormon mamah muda yang bikin mood amburadul. Tanpa sadar spread the bad vibes to everyone around me. . Sudah dalam kondisi tanpa arah dan kosong, some people blame for being insensitive and intolerant and careless. . Never thought I could pass through all of it, but Alhamdulillah, Anyhow we did mistakes so we can learn, didn't we? And I've (hopefully) done my homework. I've learned who we can trust to, depend on and aware of. And I still believe in the law of attraction. . Thank you 2017. And happy new year of 2018. . #bestnine2017 #storyof2017 #newyear2018










