*Adakah yang mau mengambil pelajaran?
Mukjizat tidak lantas membuat orang-orang percaya. Pada saat Rasul Allah membuat bulan terbelah, mereka mendustakan Rasul dan berkata bahwa “Dia adalah tukang sihir, penipu !” Mereka berpaling. Persis ketika Nabi Nuh dahulu dituduh orang gila oleh kaumnya dan hendak diusir dengan ancaman. Maka bagi mereka azab yang pedih. Ketika pintu-pintu langit terbuka lalu dicurahkan air dari atasnya serta bumi yang menyemburkan mata-mata air. Pertemuan air itu mengakibatkan tsunami terdahsyat sepanjang sejarah umat manusia.
"Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Q 54; 17)
Kaum ‘Ad yang sombong bin angkuh, ketika mereka merasa jumawa, tidak mengindahkan seruan Hud, maka seketika itu juga angin dihempaskan dengan sangat kencang. Membuat kaum ‘Ad layaknya pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.
"Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Q 54; 22)
Kemudian kepada kaum Samud yang megolok-ngolok seruan Saleh. Untuk memberi minum keada seekor unta betina. Mereka tertawa—kemudian memotong unta itu untuk dimakan bersama-sama. Maka seketika langit bergemuruh, membinasakan kaum itu seperti batang-batang kering yang lapuk.
"Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Q 54; 32)
Juga kaum Luth ketika mereka asyik dengan hubungan sesama jenis. Merasa semua baik-baik saja. Urus-urusan masing-masing, tidak perlu sok suci, kami saling suka, saling cinta, yang tidak setuju tidak perlu repot. Hidup masing-masing saja. Maka seketika itu langit menumpahkan batu-batu dan bumi bergetar hebat.
"Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Q 54; 40)
Serta kepada kaum Fir’aun, Kaum Namrud, dan kaum-kaum yang telah binasa lainnya. Yang hampir dari kita semua tahu ceriteranya. Adakah yang mau mengambil pelajaran?
Dari Surat ke-54, Qamar. Riung Bandung, 16 Syawal 1436 H >< 01 Agustus 2015. #Sampaikanlah walau satu ayat