Surat untuk Neptunus [2].
Hai, Nus. Ada kabar baik. Ingat surat yang pernah ku tulis sebelumnya? Tentang saya yang bertemu seseorang yang mampu membuat saya berani membuka hati kembali. Malam ini, semuanya sangat jelas. Dalam kalimat tanya nya, dia mampu merubah kita menjadi kita. Awalnya cukup ragu, namun segalanya berakhir sempurna. Pilar keberanian dan kepercayaan itu mampu membuat saya berani mengambil keputusan malam ini. Saya harap, dia akan benar mampu menjadi orang yang bersedia memberikan segalanya tanpa harus saya minta. Orang yang bersedia menjaga saya. Orang yang bersedia melindungi saya. Orang yang bersedia mendampingi saya mengatasi segala jenis takut dan kalut dunia ini.
Semesta memang luar biasa, Nus. Dia tidak pernah ingkar janji. Ternyata di 23 tahun saya, inilah waktu yang tepat saya beetemu dengan seseorang yang memang untuk saya. Awalnya saya ragu. Apakah dia adalah laki-laki yang selalu memiliki inisiatif. Apakah dia adalah seseorang yang mampu menciptakan momennya?
"Ciptakan momenmu. Momen ada saat kita yang ciptakan. Bukan kita tunggu."
Dan dia pun menciptakan momen itu. Sungguh luar biasa, Nus. Saya senang dan saya harap, perjalanan ini akan terus dan lebih menyenangkan. Saya harap, kita akan sama-sama belajar, sama-sama menjaga, sama-sama menghargai. Doakan, Nus.
Tertanda,
Charmaleon















