WHY SARIN USED AS A CHEMICAL WEAPON?
Otot manusia dapat melakukan suatu pergerakan disebabkan oleh keberadaan sistem saraf, terutama sistem saraf motorik. Impuls dari saraf aferen yang diterima oleh otak diterjemahkan dan dilanjutkan ke saraf eferen untuk disampaikan ke otot. Ujung dari akson yang bertemu langsung dengan otot disebut neuromuscular juction. Pada bagian ini terdapat zona aktif yang berisi vesikel asetilkolin. Dalam kondisi normal, asetilkolin akan keluar dari ujung akson dan berikatan dgn reseptor asetilkolin di permukaan membran otot, lalu terjadilah kontraksi otot. Pada kondisi tertentu diperlukan asetilkolinesterase yg akan memecah asetilkolin menjadi kolin dan asetat shg otot tidak terus-menerus berkontraksi. Keseimbangan dalam sistem ini dapat terganggu salah satunya akibat paparan sarin yang bersifat sebagai inhibitor asetilkolinesterase (1).
Sarin adalah cairan yang mudah menguap, tidak berbau, tidak berwarna dan mempunyai tingkat toksisitas yang tinggi terhadap saraf serta mampu membunuh dalam hitungan menit. Sarin termasuk dalam golongan organofosfat. Sarin pertama kali ditemukan tahun 1937 di Jerman sbg bahan pestisida. Sarin mulai digunakan sbg senjata kimia pada konflik Iraq-Iran tahun 1980-an, lalu dilanjutkan pada tindak terorisme oleh Aum Shinrikyo di Jepang tahun 1994-1995 (2). Beberapa hari lalu, senjata kimia ini kembali digunakan di Idlib, Suriah oleh rezim Bashar Al Assad dan menewaskan sekitar 58 orang (3).
Paparan sarin dapat diabsorbsi ke tubuh melalui saluran pernapasan, kulit, mata dan membran mukosa. Dosis 50-100mg/menit secara inhalasi atau 100-500mg melalui kulit, 50% nya berakibat letal. Sarin dapat membuat ikatan ireversibel dgn enzim asetilkolinesterase, yang berakibat pada nonaktifnya enzim tersebut. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya kontraksi otot secara terus-menerus (2).
Gejala klinis yang dapat ditemukan pada paparan sarin adalah (2):
1. Pupil mengecil (miosis), mata nyeri, penglihatan menjadi kabur
2. Rhinorrhea (runny nose)
3. Mual, muntah, kram perut, involuntary BAB dan BAK
4. Berkeringat, sekresi saliva meningkat
5. Bradikardi (penurunan detak jantung)
6. Kejang, hilang kesadaran hingga koma
Pada individu yang berhasil selamat dari paparan sarin tetap akan mengalami efek samping jangka panjang berupa penurunan daya ingat, fatigue, kaku otot, sakit kepala, penurunan daya penglihatan serta gangguan sistem saraf pusat ditandai dgn perubahan EEG sebelum dan sesudah paparan sarin (2).
Sungguh, ini merupakan bentuk kekejaman paling tidak manusiawi. Penemuan sarin sesungguhnya merupakan bentuk dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebab di tahun 1993-an golongan organofosfat ini pernah diambil daya terapetiknya sebagai pengobatan penyakit Parkinson dan Alzheimer. Namun, sistem kapitalisme saat ini justru membuat keberlimpahan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai cara menunjukkan kekuasaan, mendiskriminasi, pun juga menekan umat Islam.
Yes. The one and only, KHILAFAH.
Allah swt. memerintahkan untuk menggunakan akal, menyebut kedudukan yang tinggi bagi orang-orang yang melihat alam, berpikir, memahami dan mempertebal keimanannya. Sains terkait langsung dengan keimanan (QS Yunus: 100; Fathir: 28; Yunus: 101). Kemudian Allah memerintahkan kita untuk menundukkan alam sesuai sunnatullah, maka muncullah teknologi (QS Al-Jatsiyah: 13). Seruan inilah yang membuat umat Islam harusnya gigih dalam menggali iptek sehingga dalam Islam temuan iptek semata-mata ditujukan bagi ke maslahatan umat (4).
Daulah Khilafah nantinya akan menyiapkan infrastuktur yang mendukung kemajuan iptek bagi kemaslahatan umat. Dukungan Daulah dimulai dari menjamin akademis, pemerataan akses ilmu (pendirian sekolah, perpustakaan, observatorium, laboratorium) hingga implementasinya (4).
Prestasi umat Islam dalam sains dan teknologi sangat banyak dan berjalan konsisten hampir 1200 tahun. Ilmu matematika, fisika, kimia dan astronomi berkembang pada awal era Kekhilafahan Abbasiyah. Ilmu dan teknologi kedokteran, geografi, pertanian, permesinan, arsitektur bahkan teknik persenjataan berkembang di era Kekhilafahan Utsmaniah (4).
Daulah Khilafah begitu mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menjaga setiap temuan tersebut selaras dgn hukum syariah Islam. Sehingga nanti takkan lagi kita kenal sebuah temuan ilmiah digunakan sebagai senjata pembunuh massal; pun umat Islam akan dikenal sebagai generasi cendikia nan cemerlang peradabannya.
Sejarah tak pernah berdusta sebab sejarahwan Barat pun telah mengakui gemilangnya iptek di tangan kaum muslimin.
"Chemistry as a science was almost created by the moslems." - Will Durant, The Story of Civilization IV; The Age of Faith.
"Ibn Firnas was the first man in history to make a scientific attempt at flying." - Phillip K. Hitti, History of Arabs.
Jadi, yakin masih belum mau solusi se-kaffaah #SyariahIslam dalam naungan #DaulahKhilafah dan #PanjiRasulullah #AlLiwa #ArRoyah?
Referensi
1. Barrett K, Brooks H, Boitano S, Barman S. Ganong's: review of medical physiology 23rd edition. 2010. USA: McGraw Hills Comp.
2. Simpson B. Sarin nerve gas. Biotech Journal. 2004: 2; 100-106.
3. BBC News, 04 April 2017
4. Galeri Opini Al Wa'ie, Juni 2011: HTI Press.