Bong Pal memiliki bakat, namun dia tidak menyukai bakatnya
Judulnya Bring It On, Ghost. Tokoh utamanya bernama Bong Pal dan dia bisa melihat hantu. Bong Pal kerap dibayari warga untuk mengusir hantu. Sebenarnya Bong Pal tidak menyukai kemampuan matanya, namun Bong Pal tetap mengusir hantu agar mendapatkan uang. Bong Pal, Hyunji, In Rang dan Cheon Sang, mereka bekerja sama untuk melawan hantu. Hantu yang terluka akan pergi ke akhirat
Agenda pengusiran hantu sempat terhenti. Cheon Sang membujuk Bong Pal untuk kembali bekerja sama dengan tujuan agar mereka dapat membantu orang lain. Bong Pal tidak mengiyakan ajakan itu.
"Perkataan Cheon Sang tidak sepenuhnya salah" kata Hyujin mendukung Cheon Sang. "Berat bagi kita untuk melihat hantu, tapi kita juga bisa berguna" lanjut Hyujin. Pikiran Bong Pal melayang pada kejadian yang telah berlalu. Ada hantu yang merasa terbantu dengan kehadiran Bong Pal, karena Bong Pal berhasil mengantarkannya ke akhirat.
Setibanya dirumah, Bong Pal makan bersama dengan teman ayahnya yang merupakan seorang biksu. Biksu ini terkenal dengan kemampuannya dalam mengusir hantu. Bong Pal terdiam merenungi sesuatu lalu bertanya kenapa Biksu melakukan pengusiran hantu?
"Aku membantu hantu untuk melupakan dendam di dunia dan membantu manusia untuk mengusir ketakutannya. . . " jelas Biksu
"Apa menurutmu aku bisa melakukannya?" tanya Bong Pal
"Bong Pal, kamu tahu alasanku melarangmu melakukan pengusiran hantu?"
"Karena matamu dipenuhi kebencian, mustahil bisa melihat dunia secara positif dengan mata itu. Hidupmu kesulitan karena hantu. … Kamu yakin bisa melakukannya? Hal itu bergantung pada dirimu. Tidak ada pekerjaan yang membuat kita bahagia dari pada pekerjaan yang membuat orang lain bahagia. Itu bukan kutukan, itu namanya bakat
Bong Pal terdiam mendengar kata bijak sang biksu, kemudian Bong Pal tersenyum. Pada akhirnya Bong Pal kembali mengusir hantu dan dibantu oleh Hyujin
"Kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran?" tanya Hyujin ketika sedang menjalankan misi
"alasanku bisa melihat hantu" jawab Bong Pal.
Bong Pal tidak menyukai kemampuannya padahal menurut sang biksu itulah bakat. Keberadaan bakat dalam diri kita bukanlah tanpa alasan. Pasti ada maksud dan tujuannya karena kita diciptakan oleh Yang Maha Menciptakan. Untuk menjadikan bakat sebagai sesuatu yang bermanfaat, kita harus memandang bakat itu sendiri sebagai sesuatu yang berguna. Terkadang terasa berat menunaikan tanggung jawab sebagai pemilik bakat, tapi dengannya kita bisa membantu orang lain. Cobalah lihat berapa banyak orang yang terbantu dg bakat yang kita miliki. Jika kita belum menemukan alasan kenapa Allah memberikan bakat, cobalah untuk terus menggunakan bakat tsb, kelak kita akan mengetahui betapa bergunanya diri ini dengan bakat pemberian-Nya dan betapa banyak manfaat yang bisa kita berikan. Cobalah seperti sang biksu yang menunaikan perannya dengan sebuah misi besar !!
Praktisi Talents Mapping - Bakat & Kepribadian | nelitm http://instagram.com/neli.tm 💙