anarch-kids : TANAMERA
“SISIFUS SEDANG REHAT DARI TUGASNYA”
Tanamera anak yang jenius dan berpengetahuan dia juga murid yang sangat disukai oleh teman-teman serta seluruh sivitas di lingkungan TK GAGAK, suka menolong tapi bukan yang mencampuri urusan.
Kenneth Mark Acarya III seorang veteran perang, yang pernah di tugaskan di wilayah perbatasan China-Mongolia pada saat konflik US-CHINA pada tahun 2050-2054, yang sebagian dari kita mengenal itu Perang Dunia ke 3 merupakan akumulasi dari perang dingin dan perang teknologi antar dunia barat dan dunia timur, lalu perang saudara di Amerika yang berlangsung dari tahun di 2065-2078 dikarenakan terjadi ressesi paska perang itu konflik US-CHINA, dan dalam melakukan tugasnya di perang saudara Old man Kenny berhadapan dengan sebuah dilema dimana dia harus menembaki “pemberontak” yang merupakan warga sipil yang seharusnya dia lindungi tetapi karena tuntutan tugas dia tetap menembaki si pemberontak. Ingatan dia agak kabur mengenai itu apakah dia pernah membunuh warga sipil atau tidak, menurut ucapannya, dia berusaha untuk tidak menembak bagian vital yang akan berakibat fatal, dia menembak hanya untuk melumpuhkan saja, tapi karena jumlah korban pada saat itu cukup banyak hampir 30% warga sipil amerika yang menjadi korban dia pun tidak yakin akan ingatanya itu.
Pasca perang si kakek memiliki post traumatic stress disorder (PTSD) yang cukup parah, saat kejadian dimana beberapa rekan dia yang terbunuh oleh sebuah bom rakitan tepat dihadapanya dia berhasil diselamatkan akan tetapi jari kelingking dan telunjuk sebelah kanan dia harus diamputasi serta dia mengalami kebutaan dibagian mata sebelah kanan, dia mendapatkan perawatan jalan dari negara serta mendapatkan seorang nanny untuk merawat dia di masa tuanya, perawatan itu sudah berlangsung cukup lama tapi tidak membuahkan hasil sampai pada titik keinginan kehidupanya sudah tidak ada, dia tak peduli lagi akankah dia mati dengan tenang atau dalam kesakitan, dia pikir dia sudah cukup dengan hidupnya ditambah teman-teman seperjuanganya sudah meninggal dimedan perang. Sampai pada suatu saat dia memiliki satu permintaan terakhir, untuk dibacakan buku favoritnya saat dia masih menjadi perwira, buku yang dia baca adalah buku Sang Pangeran karya Machiavelli.
U2 - Sunday Bloody Sunday
Ajaibnya, entah kenapa setelah dibacakan buku itu Oldman Kenny menjadi lebih tenang lalu ia meminta dibacakan beberapa buku lagi, karena dia kurang terlalu yakin dengan apa yang dialaminya, benar saja kondisi si kakek berangsur membaik setiap dibacakan kalimat-kalimat pada setiap halaman buku. Kemudian itu dijadikan sebuah terapi oleh si kakek serta setelah dokter yang menanganinya mendengar cerita ajaib itu, dan mendapkan rekomendasi dari dokter untuk menangani traumanya dengan terapi itu.
Pada saat kondisi mental dan fisiknya dia mulai membaik dan bisa menghadapi traumanya, ia menyadari meskipun dia tidak memiliki tujuan hidup lagi akan tetapi dia masih memiliki seorang cucu yang harus memiliki sosok dan teman ketika dirumah bukan hanya nanny yang mengurus dia. 3 tahun berlalu terapi buku itu sudah berjalan dan di 1 tahun terahir dia mulai membaca sendiri buku meskipun hanya beberapa halaman saja, yang biasanya dilanjutkan oleh nanny untuk halaman halaman selanjutnya, ditengah terapi bukunya tersebut selama 3 tahun Tanamera selalu mendengarkan ketika si nanny membaca buku dan kadang menanyakan banyak hal setelah terapi kakeknya selesai, Selama hidupnya tanamera tidak memiliki sosok orang tua tempat ia bercerita dan menanyakan banyak hal apalagi ia masih berumur 3 tahun setelah ibu dan ayahnya harus bekerja di luar negeri dan hanya bertemu setiap 3 - 6 bulan sekali.
Selama terapi itu berlangsung Tanamera selalu berada disamping Nanny dan mendengarkan apa yang sedang dibacakan. Buku yang di gunakan sebagai terapi sangatlah beragam mulai dari buku ilmu pengetahuan, novel, sosiologi, politik dan perang. Seringkali ia mengajukan beberapa pertanyaan tentang isi buku yang sedang dibacakan jika dia rasa dia tidak terlalu paham. Tanamera dengan mudahnya menyerap isi buku yang dibacakan pada saat terapi kakeknya berlangsung, bahkan si nanny sendiri terkadang lupa dengan isi buku yang ia bacakan, jika pada saat itu Tanamera menanyakan tentang isi bukunya, sering kali si nanny membuka dan mencari referensi lainya untuk menjawab pertanyaan Tanamera. Karena itu Tanamera menjadi seorang yang jenius seperti sekarang.
Sherina - Bintang-Bintang














