Dia yang kamu bangga-banggakan itu memang kembali, ia memang sudah tidak lagi membatasi dirinya, kalian sudah kembali bertegur sapa. Tapi yakin masih ingin terus menyayanginya? Dengan segala perlakuan semena-mena yang ia lakukan padamu? Yakin masih tulus mencintai padahal ia seolah tak peduli? Difikirkan kembali, dirimu beharga, yang dapat menyelamatkanmu hanya kamu, jangan lagi bergantung. Mau kembali sesakit apa bila ia tiba-tiba pergi namun kali ini benar-benar tidak kembali terutama padamu dan kembali mengusahakan kata "kita" yang masih kamu semoga semogakan itu?












