Sebab
Sebab hadir karena ketiadaanmu disini.
Sebab menerka kapan kembali, tak perlu ku nanti.
Sebab aku tau, kehilanganmu itu kan abadi.
Sebab dirimu pergi, aku pun tak tau pasti.
seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from Brazil
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from China
seen from Argentina
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
Sebab
Sebab hadir karena ketiadaanmu disini.
Sebab menerka kapan kembali, tak perlu ku nanti.
Sebab aku tau, kehilanganmu itu kan abadi.
Sebab dirimu pergi, aku pun tak tau pasti.
Suatu senja di kebisingan kota. Aku menunggu dipersinggahan. Melewati banyak persimpangan. Namun kau tak kunjung datang.
18/07/16
Dan ini yang terakhir. Ketika semua yang pernah ada tak ada artinya.
Lenyap.
Tak berjejak.
Sudahlah, tak usah menyiksa pikiran hanya untuk mengenangnya. Tak akan sama.
Aku mulai berjalan. Menyusuri setapak baru dengan sebuah tujuan indah.
Aku tak kan berjalan mundur. Kembali pada luka yang tersisa di pelupuk senja.
Hari itu, aku enggan jatuh terlalu dalam. Dan tak kan pernah.
Saat itu, aku berserah pada harapan. Entah pada siapa, kemana, dan sampai kapan.
Teruntuk dirimu, yang sejenak mampu singgah walau nyatanya waktu tak berpihak. Aku bertaruh pada langit, bahwa aku ingin kan kau tuk tetap tinggal. Sekali lagi. Setidaknya sampai senja sudah tak lagi membenamkan surya.
Taputri
Garis yang telah ada membuka jalanku yang sedari kemarin telah buntu. Aku menjebakkan diriku di tepian sepi dalam sebuah kesalahan. Diam? Tentu saja. Berhenti? Iya. Dan sampai detik ini tak ada yang bisa kulakukan.
Selalu ada alasan. Selalu ada jalan. Tuhan tau. Tak semua bahagia ku mampu menjadi bahagianya. Dan bahagianya belum tentu sepenuhnya adalah bagian dari bahagiaku.
Taputri-
Hari esok tak kan pernah lupa akan dirinya. Sambil menunggu mentari muncul pada titiknya bersinar, renungkan sampai kapan aku harus seperti ini. Mengiba pada diri sendiri. Meratapi setiap celah luka yang sempat ada. Sampai kapan?? Bahkan hari esok pun enggan menjawab. Enggan berandai andai waktu itu tiba.
Taputri