lost in the waves
2024/11/07

seen from Russia
seen from United States
seen from China

seen from India
seen from Sweden
seen from United States
seen from United States
seen from Indonesia
seen from Pakistan
seen from Singapore
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany

seen from Yemen
seen from China
seen from Hong Kong SAR China
seen from Japan

seen from Maldives
lost in the waves
2024/11/07
High Water - Senja, Norway 2026
" We say too often that we will change something tomorrow …"
// © Ronald Söthje
"Nak, memang tidak semuanya harus berbalas..."
Tak semua senandung harus menemui gema, tak semua seruan akan dibalas oleh gaung yang merdu. Ada doa yang terbang tinggi, memecah langit dengan rindu, namun layu sebelum sempat mencapai singgasana-Nya. Ada pinta yang mengalir, lembut seperti sungai, namun tenggelam di pusaran sunyi yang tak berbatas. Tidakkah kau mengerti? Tidak semua yang kita titipkan pada malam, akan sampai pada bintang.
Kita ini, makhluk yang menabur harap seperti petani menebar benih di ladang yang asing. Tapi apakah setiap bibit mesti tumbuh? Tidak semua tanah ramah, tidak semua musim bersahabat. Ada yang jatuh di tanah tandus, diserap oleh hampa, lalu menguap menjadi angin tanpa arah.
Dan bukankah hujan pun tak selalu menjadi berkah? Di tempat yang kering, ia adalah nyawa. Namun, di bumi yang telah basah, ia bisa menjadi beban. Begitu pula doa, ia tak selalu menjelma jawaban. Kadang, ia hanya menjadi riak kecil di lautan takdir, tak cukup kuat untuk mengubah arus.
Tuhan, yang Maha Mendengar, kadang memilih diam, bukan karena lupa, tapi karena tahu. Ia tahu kapan kita perlu dilimpahi, kapan kita mesti belajar kekurangan. Sebab, tidak semua kehilangan adalah celah, dan tidak semua penolakan adalah luka.
Maka, jika pinta kita seperti embun yang terhapus mentari sebelum sempat menyentuh bumi, mungkin bukan karena ia sia-sia, melainkan karena Tuhan sedang menyusun hujan di waktu yang lebih tepat. Jika doa kita seperti burung yang terbang, hilang di cakrawala tanpa arah, mungkin ia sedang mencari sarang yang lebih baik untuk hinggap.
Tidak semua yang tak berbalas adalah penolakan. Kadang, ia adalah cara semesta mengajarkan ikhlas tanpa syarat, dan keyakinan tanpa perhitungan. Sebab, cinta yang tulus pun tak selalu harus diterima. Dan di situlah, manusia belajar bahwa berharap adalah seni mencintai, bahkan ketika jawaban tak pernah datang.
Senja, Norway
Adapun manusia, ketika dia diuji oleh Rabb nya dengan diberikan kebahagiaan, diberikan kemuliaan disisi manusia, diberikan banyak kenikmatan dan harta. Kebanyakan dari mereka berkata "Allah telah memuliakan aku"
Namun ketika manusia diuji dengan sedikit rezeki, tidak terkenal di sisi manusia, dan memperoleh banyak musibah. Kebanyakan mereka berkata "Allah telah menghinakan aku"
Padahal dunia ini tidak lain hanya sebatas mimpi. Kemuliaan dan kehinaan di dalam mimpi tidak akan ada artinya ketika kamu terbangun di pagi hari. Mimpi tersebut akan terasa singkat ketika kamu menceritakannya saat terbangun.
Pada akhirnya beberapa orang akan memilih pergi dari hidupmu. Bukan karena mereka ingin tapi mungkin memang harus ada yang berubah. Bukankah inti dari hidup adalah ketidakpastian yang pasti? Kita hanya perlu memberikan senyum terbaik yang bisa jadi sekaligus tanda perpisahan menutup cerita.
Bertumbuhlah dengan baik tanpa merusak yang lain—seperti pohon yang diam-diam mengakar, tapi tetap memberi teduh bagi siapa pun yang singgah.
Belajarlah hal-hal yang indah tanpa harus merisaukan esok akan makan apa; sebab hidup tidak selalu menuntut kita menjadi sempurna, kadang hanya meminta kita untuk percaya bahwa langkah kecil hari ini cukup untuk membuka pintu yang lebih lapang di kemudian hari.
Tetaplah lembut meski dunia sering keras. Tetaplah jernih meski hari-hari kadang keruh. Karena di setiap perjalanan yang pelan, selalu ada ruang untuk tumbuh, memaafkan, dan menemukan versi dirimu yang lebih damai. Dan jika suatu saat kau merasa takut pada masa depan, ingatlah: bahwa yang tumbuh dengan hati, selalu menemukan jalannya pulang.