Macam-macam Shalat Sunnah dan Tata Caranya Lengkap
Macam-macam Shalat Sunnah dan Tata Caranya Lengkap - Berikut ini adalah ulasan tentang macam-macam shalat sunnah dan tata caranya. Ulasan ini menjelaskan dengan lengkap tentang tata cara shalat sunnah seperti shalat rawatib, shalat witir, shalat dhuha dll. Mungkin pembaca sudah mencari kemana-mana macam-macam shalat sunnah dan tata caranya yang lengkap. Disini tata cara shalat sunnah akan kami jelaskan dengan lengkap. Dengan harapan bisa menjadi rujukan atau referensi yang tepat untuk mengerjakan shalat-shalat sunnah.
Pengertian shalat Sunnah
Sebelum membahas tentang macam-macam shalat sunnah dan tata caranya. Sebagaimana telah kita lakukan setiap hari, selain shalat fardhu terdapat beberapa ibadah shalat sunnah. Sunnah adalah suatu perkara yang dituntut oleh syariat yang taraf tuntutannya tidak sampai pada taraf wajib. Dan menurut hukum, Sunnah adalah apabila mengerjakan suatu perkara maka mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan maka tidak apa-apa. Kesimpulannya, apabila melakukan shalat yang berlabel sunnah maka akan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak akan berpengaruh apa-apa. Adapun pengertian shalat sunnah adalah shalat tambahan baik yang dikerjakan diwaktu-waktu tertentu atau sunnah mutlak yang tidak ada ketentuan waktunya, sebagai penyempurna shalat-shalat fardhu yang mungkin belum sempurna
Kategori Shalat Sunnah
Shalat sunnah dibagi menjadi dua kategori : 1. Shalat sunnah yang disyari'atkan (dianjurkan) secara berjama'ah. Shalat sunnah yang disyari'atkan atau dianjurkan secara berjamah adalah shalat-shalat sunnah seperti : a. Sholat Idul Fitri b. Shalat Idul Adha c. Shalat Idul Adha d. Shalat Tarawih e. Shalat Istisqo' f. Shalat Gerhana 2. Shalat sunnah yang tidak disyariatkan (dianjurkan) secara berjama'ah. Shalat sunnah yang tidak disyariatkan (dianjurkan) secara berjama'ah adalah seperti : a. Shalat Rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu) b. Shalat Witir c. Shalat Dhuha d. Shalat Istikhoroh e. Shalat Tasbih f. Shalat Tahajud Shalat-shalat sunnah yang dikerjakan secara tidak berjama'ah atau sendiri ini juga boleh dijerjakan berjama'ah. Sebagaimana keterangan dalam sebagian kitab-kitab tasawwuf bahwasannya setiap sholat sunnah boleh dikerjakan secara berjama'ah. Oleh karena itu dari macam-macam shalat sunnah dan tata caranya ini kita bisa mengetahui shalat sunnah yang dianjurkan berjama'ah dan yang dianjurkan tidak berjama'ah.
Waktu yang Dilarang Mengerjakan Sholat Sunnah
Sebelum mengulas macam-macam shalat sunnah dan tata caranya ini. Kita juga akan mengulas tentang waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat sunnah. Yaitu waktu-waktu yang tidak boleh (haram) untuk mengerjakan shalat sunnah mutlak. Shalat sunnah mutlak adalah shalat sunnah yang tidak ada sebabnya. Shalat sunnah mutlak ini termasuk didalamnya seperti : shalat tasbih, shalat hajat, shalat istikhoroh dan lainnya. Berikut ini waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat sunnah : 1. Waktu Istiwa' (ketika matahari tepat di atas kepala) selain hari Jum'at. 2. Sesudah shalat ashar sampai terbenamnya matahari. 3. Tepat terbenamnya matahari. 4. Sesudah shalat subuh sampai tergelincirnya matahari. 5. Tepat ketika matahari terbit Kelima waktu diatas tidak diperkenankan untuk menjalankan shalat sunnah mutlak kecuali di tanah haram Mekkah. Apabila ada pertanyaan tentang penjelasan macam-macam shalat sunnah, niatnya dan juga tata caranya silahkan ditulis dikolom komentar atau menghubungi kami ya...
Macam-macam Shalat Sunnah dan Tata Caranya
Shalat sunnah memiliki banyak macamnya. Ada juga yang memiliki fadhilah-fadhilah. Artikel ini akan mengulas macam-macam shalat sunnah dan tata caranya. Sehingga artikel ini bisa menjadi rujukan untuk mengerjakan shalat sunnah yang lengkap. Dan bisa dilihat setiap hari. Berikut ini macam-macam shalat sunnah dan tata caranya :
1. Shalat Sunnah Rawatib
Shalat Sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah atau sebelum shalat fardhu. Dan shalat rawatib ini juga terbagi menjadi dua, yaitu: a. Shalat sunnah rawatib yang muakkad Shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah adalah shalat sunnah yang terus menerus dilakukan Rasulullah Saw, dan sama sekali tidak pernah ditinggalkannya. Berikut ini shalat sunnah rawatib yang muakkad : 1. Shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan sebelum shalat shubuh. 2. Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat dzuhur dan dua rakaat setelah shalat dzuhur. 3. Shalat sunnah dua rakaat setelah shalat maghrib. 4. Shalat sunnah dua rakaat setelah shalat isya'. b. Shalat sunnah rawatib yang ghairu muakkad Shalat rawatib yang hukumnya sunnah ghairu muakkad adalah adalah shalat yang tidak terus menerus dilakukan oleh Rasulullah Saw, terkadang beliau meninggalkannya. Berikut ini shalat sunnah rawatib yang ghairu muakkad : 1. Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat dzuhur (selain shalat sunnah dua rakaat yang muakkadah). 2. Shalat sunnah empat rakaat sebelum shalat ashar. 3. Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat maghrib dan dua rakaat sebelum shalat isya'. Niat Shalat Sunnah Rawatib Shalat sunnah rawatib ini dinamakan sunnah qobliyyah jika dikerjakan sebelum shalat fardhu. Dan dinamakan sunnah ba'diyyah jika dikerjakan setelah shalat fardhu. Berikut ini niat shalat sunnah rawatib : 1. Niat Shalat Sunnah Qabliyyah Dzuhur أُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatadz dzuhri rok'ataini qobliyyatal lillaahi ta'aalaa Artinya : Aku niat shalat sunnah dzuhur dua raka'aat yang dilakukan sebelum shalat dzuhur karena Allah Ta'ala. 2. Niat Shalat Sunnah Ba'diyyah Dzuhur أُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatadz dzuhri rok'ataini ba'diyyatal lillaahi ta'aalaa Artinya : Aku niat shalat sunnah dzuhur dua raka'aat yang dilakukan setelah shalat dzuhur karena Allah Ta'ala. 3. Niat Shalat Sunnah Qabliyyah Ashar أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatal ashri rok'ataini qobliyyatal lillaahi ta'aalaa Artinya : Aku niat shalat sunnah ashar dua raka'aat yang dilakukan sebelum shalat ashar karena Allah Ta'ala. 4. Niat Shalat Sunnah Qabliyyah Maghrib أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatal maghribi rok'ataini qobliyyatal lillaahi ta'aalaa Artinya : Aku niat shalat sunnah maghrib dua raka'aat yang dilakukan sebelum shalat maghrib karena Allah Ta'ala. 5. Niat Shalat Sunnah Ba'diyyah Maghrib أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatal maghribi rok'ataini ba'diyyatal lillaahi ta'aalaa Artinya : Aku niat shalat sunnah maghrib dua raka'aat yang dilakukan setelah shalat maghrib karena Allah Ta'ala. 6. Niat Shalat Qabliyyah Isya' أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatal 'isyaa i rok'ataini qobliyyatal lillaahi ta'aalaa Artinya : Aku niat shalat sunnah isya' dua raka'aat yang dilakukan sebelum shalat isya' karena Allah Ta'ala. 7. Niat Shalat Ba'diyyah Isya' أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatal 'isyaa i rok'ataini qobliyyatal lillaahi ta'aalaa Artinya : Aku niat shalat sunnah isya' dua raka'aat yang dilakukan setelah shalat isya' karena Allah Ta'ala. 8. Niat Shalat Qabliyyah Shubuh atau Sunnah Fajar Shalat sunnah qabliyya shubuh memiliki nama lain yaitu shalat sunnah fajar. Hal ini dikarenakan shalat qabliyyah shubuh atau yang biasa disebut sebagai shalat fajar ini memiliki keutamaan atau fadhilah yang sangat istimewa. Berikut ini niatnya : أُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatash shubhi rok'ataini qobliyyatal lillaahi ta'aalaa Artinya : Aku niat shalat sunnah shubuh dua raka'aat yang dilakukan sebelum shalat shubuh karena Allah Ta'ala. atau boleh juga menggunakan niat berikut ini : أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatal fajri rok'ataini lillaahi ta'aalaa Artinya : Aku niat shalat sunnah fajar dua raka'aat karena Allah Ta'ala. Keutamaan Shalat Fajar Shalat Sunnah Qabliyah Shubuh dan shalat sunnah fajar telah dijelaskan niatnya. Shalat Sunnah Fajar ini juga biasa disebut sebagai shalat fajar saja untuk lebih mudah menyebutnya. Jadi, perbedaan antara shalat fajar dan shalat qabliyah shubuh adalah terletak pada niatnya. Tapi sebenarnya sama saja. Karena shalat sunnah fajar atau shalat fajar ini boleh dengan niat qabilyah shubuh atau niat shalat sunnah fajar. Ada yang istimewa untuk shalat sunnah fajar ini. Yaitu shalat ini mempunyai fadhilah atau keutamaan dari shalat fajar. Keutamaan shalat fajar ini bisa dilihat di kitab I'anatuth Tholibiin juz 1 halaman 246-247. Berikut ini teks asli dan terjemahnya : قوله: وأن من داوم على قراءتهما أي: ألم نشرح وألم تر وقوله فيهما: أي في الركعتين وقوله: زالت عنه علة البواسير وقيل: إن من دوام عليهما فيهما لا يرى شرا ذلك اليوم أصلا Artinya : "Bahwasannya orang yang melanggengkan (terus-menerus) membaca surat alam nasyroh (surat Al Insyiroh) dan surat alam taro (surat Al Fiil) ketika shalat sunnah fajar. Maka ia akan disembuhkan dari penyakit wasir. Dan dikatakan bahwasannya orang yang melanggengkan dua surat itu di dalam shalat sunnah fajar maka ia tidak akan mendapatkan keburukan sedikitpun di hari itu." Dari keterangan ini bahwasannya shalat fajar ini keutamaannya bisa untuk kesehatan berupa sembuh dari penyakit wasir atau terhindar dari penyakit wasir. Yaitu dengan cara melanggengkan shalat fajar dengan dengan roka'at pertama setelah surat alfatihah membaca surat AlInsyiroh dan roka'at kedua setelah surat Al Fatihah membaca surat Al Fiil. Selain itu, barang siapa yang melanggengkan shalat sunnah fajar dengan roka'at pertama setelah surat alfatihah membaca surat AlInsyiroh dan roka'at kedua setelah surat Al Fatihah membaca surat Al Fiil. Maka orang tersebut akan diselamatkan dari keburukan di hari itu. Kalau shalat fajar nya setiap hari, berarti ia akan selamat dari keburukan setiap hari. Sehingga hari-harinya akan selalu mendapatkan kebaikan dan kesuksesan. Terhindar dari segala keburukan termasuk juga terhindar dari kegagalan. Dengan demikian, shalat sunnah fajar ini bisa memiliki fadhilah untuk keberhasilan seseorang. Karena dia tidak akan terkena keburukan. Sehingga apa yang ia usahakan akan mudah berhasil. Oleh karena itu sangat penting sekali shalat fajar ini. Apa lagi shalat shubuh yang merupakan shalat yang mewajibkan seorang muslim untuk bangun pagi. Sehingga dengan adanya shalat fajar yang memiliki keutamaan untuk keselamatan dari segala keburukan ini. Akan memotivasi agar selalu shalat shubuh tepat waktu. ولذا قيل: من صلاهما بألم وألم لم يصبه في ذلك اليوم ألم Artinya : Oleh karena itulah dikatakan, "Barang siapa yang shalat sunnah fajar dengan dua surat alam (Al Insyiroh dan Al Fiil, karena dua surat ini ayatnya sama-sama dimulai dengan lafadz alam) maka ia tidak terkena penyakit (yang berat) di hari itu." Amalan Mujarab yang Tidak Perlu Diragukan Lagi وقال الغزالي في كتاب وسائل الحاجات: بلغنا عن غير واحد من الصالحين من أرباب القلوب أن من قرأ في ركعتي الفجر ألم نشرح لك وألم تر قصرت عنه يد كل عدو، ولم يجعل لهم عليه سبيلا .وهذا صحيح مجرب بلا شك Artinya : Dan telah berkata Imam Al Ghazali di dalam kitab Wasailul Hajat, "Telah sampai kabar kepada kami dari orang-orang sholeh yang tidak hanya satu orang saja, dari orang-orang yang menjaga hatinya. Bahwasannya barang siapa yang shalat sunnah fajar dengan dengan roka'at pertama setelah surat alfatihah membaca surat AlInsyiroh dan roka'at kedua setelah surat Al Fatihah membaca surat Al Fiil. Maka semua musuh-musuhnya tidak akan bisa menyakitinya. Dan mereka tidak punya strategi untuk meyakitinya. Dan (keutamaan shalat fajar) ini adalah shohih, sangat mantap dan tanpa diragukan lagi. Dari keterangan ini bisa disimpulkan bahwa keutamaan atau fadhilah shalat sunnah qabliyyah fajar atau shalat fajar ini adalah untuk keselamatan dari semua keburukan. Dan ini sangat dibutuhkan untuk kelancaran usaha seseorang untuk mendapatkan rezeki. Fadhilah ini sangat mujarab dan tidak perlu untuk diragukan lagi.
2. Shalat Witir
Shalat witir adalah shalat yang jumlahnya ganjil yang disunnahkan setelah melaksanakan shalat isya' sampai terbitnya fajar shodiq. Dan waktu yang paling utama adalah dilaksanakan sehabis tengah malam. Adapun paling sedikit rakaat shalat witir adalah satu rakaat dan paling banyak sebelas rakaat. Tata Cara Shalat Witir Jika mengerjakan shalat witir sebanyak 3 raka'at, maka setelah membaca surat Al Fatihah dianjurkan untuk membaca : 1. Raka'at pertama : membaca surat Al A'la. 2. Raka'at kedua : membaca surat Al Kafirun. 3. Raka'at ketiga : membaca surat Al Ikhlas dan Al Mu'awwidzatain (Surat Al Falaq dan Surat An Nas). Dalam mengerjakan shalat witir ada dua macam cara : 1. Memisah setiap dua raka'at dengan salam dan satu raka'at dengan salam sendiri. 2. Melakukan semua raka'at witir dengan sekali salam. Dari kedua cara diatas, yang paling utama adalah cara yang pertama. Niat Shalat Witir Dua Raka'at أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatal witri rok'ataini lillaahi ta'ala Artinya : Aku niat shalat sunnah witir dua raka'at karena Allah Ta'ala. Niat Shalat Witir Satu Raka'at أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatal witri rok'atal lillaahi ta'ala Artinya : Aku niat shalat sunnah witir satu raka'at karena Allah Ta'ala. Niat Shalat Witir Tiga Raka'at أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالٰى Latin : Ushollii sunnatal witri tsalaatsa roka'aatil lillaahi ta'ala Artinya : Aku niat shalat sunnah witir tiga raka'at karena Allah Ta'ala. Dan seterusnya, sampai sebelas raka'at. Dzikir Setelah Shalat Witir Setelah mengerjakan shalat witir, disunnahkan juga untuk berdzikir dengan dzikir setelah shalat witir. Berikut ini dzikir yang dibaca : 3x سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ Latin : Subhaanal malikil qudduusi 3x Artinya : Maha suci Dzat Maha yang Merajai dan Maha Suci (dibaca 3 kali). Do'a Sesudah Shalat Sunnah Witir اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ بِرِضَاكَ مِنْ سُخْطِكَ. وَ أَعُوْذُبِكَ بِمُعَافَتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ. وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْكَ. لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ Latin : Alloohumma innii a'uudzubika biridlooka min sukh thika. Wa a'uudzubika bi mu'aafatika min 'uquubatika. Wa a'uudzubika minka laa uhshii tsanaa an 'alaika anta kamaa atsnaita 'alaa nafsika. Artinya : Ya Allah aku berlindung kepada Mu dengan ridlo Mu dari kemurkaan Mu. Dan aku berlindung kepada Mu dengan ampunan Mu dari siksaan Mu. Dan aku berlindung kepada Mu untuk mendapatkan perlindungan dari Mu. Tidak dapat kuhitung pujian untuk Mu seperti halnya pujian yang Engkau tetapkan untuk diri Mu. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا. وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا. وَ عَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا وَ عَنْ يَسَارِيْ نُوْرًا. وَ فَوْقِيْ نُوْرًا وَ تَحْتِيْ نُوْرًا. وَ أَمَامِيْ نُوْرًا وَ خَلْفِيْ نُوْرًا وَ اجْعَلْ لِيْ نُوْرًا Latin : Allahummaj 'al fii qolbii nuuroo. Wa fii bashorii nuuroo. Wa fii sam'ii nuuroo. Wa 'an yamiinii nuuroo. Wa 'an yasaarii nuuroo. Wa fauqii nuuroo. Wa tahtii nuuroo. Wa amaamii nuuroo. Wa kholfii nuuroo. Waj 'allii nuuroo. Artinya : Ya Allah jadikanlah hatiku bercahaya, penglihatanku bercahaya, pendengaranku bercahaya. Sebelah kananku bercahaya, sebelah kiriku bercahaya. Di atas ku bercahaya, di bawah ku bercahayq. Di depanku bercahaya, di belakangku bercahaya. Dan jadikanlah aku bercahaya. Doa sholat witir ini sangat baik sekali maknanya. Yaitu agar selalu mendapatkan cahaya dari Allah. Selalu mendapatkan kebahagiaan, kemulian dan keselamatan karena selalu dinaungi cahaya Allah. Catatan Penting tentang Shalat Witir Ada beberapa catatan penting ketika akan mengerjakan shalat witir, yaitu : 1. Shalat sunnah witir boleh dikerjakan pada permulaan malam, tengah dan akhir malam. Untuk lebih afdholnya dikerjakan pada waktu akhir malam. 2. Sebaiknya shalat sunnah witir dijadikan penutup shalat malam. 3. Bagi yang sudah mengerjakan shalat witir, boleh mengerjakan shalat-shalat sunnah yang lain. 4. Bagi yang tidak mampu mengerjakan shalat witir di akhir malam, sebaiknya dikerjakan sebelum tidur.
3. Shalat Dhuha
Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi, ketika matahari mulai tampak diatas permukaan bumi kira-kira satu tombak sampai masuknya waktu dzuhur. Diantara macam-macam shalat sunnah dan tata caranya ini. Shalat dhuha ini merupakan shalat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Lebih-lebih yang berkaitan dengan kelancaran rezeki dan usaha. Dengan mengerjakan shalat dhuha ini maka Allah akan memberi kelancaran rezeki dan usaha. Karena tidak cukup seseorang berusaha dengan kemampuan yang terdapat pada diri sendiri. Walaupun punya banyak kelebihan. Namun kelebihan manusia sangat terbatas dibandingkan dengan kekuasaan Allah. Jika Allah melancarkan usaha kita, maka apa yang kita usahakan akan menjadi mudah. Dan rezeki yang kita peroleh juga akan mudah dan bisa berkah. Salah satu amalan untuk melancarkan rezeki dan usaha ini adalah shalat dhuha. Jumlah raka'at shalat dhuha ini minimal 2 raka'at dan maksimal 12 raka'at. Namun yang paling utama adalah 8 raka'at menurut mayoritas ulama'. Tata Cara Shalat Dhuha Sebelum mengerjakan shalat dhuha, maka kita harus mengetahui bagaimana cara shalat dhuha. Tata cara shalat dhuha ini sangat penting untuk diketahui. Berikut ini tata cara shalat sunnah dhuha nya : 1. Niat Shalat Dhuha Niat shalat dhuha adalah : أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Latin : Ushollii sunnatadl dluhaa rok'ataini sunnatak lillaahi ta'aala Artinya : "Aku niat shalat sunnah dhuha dua raka'at yang menjadi shalat sunnah karena Allah Ta'ala." 2. Membaca surat Al Fatihah, kemudian membaca surat sebisanya. Surat yang paling utama ketika shalat dhuha adalah : Raka'at pertama : membaca surat Asy Syams. Raka'at kedua : membaca surat Adh Dhuha. Untuk roka'at seterusnya, jika shalat dhuha lebih dari dua raka'at, maka : Raka'at pertama : membaca surat Al Kafirun. Raks'at kedua : membaca surat Al Ikhlas. Doa Setelah Shalat Dhuha Setelah selesai shalat dhuha kemudian membaca doa setelah shalat dhuha. Doa ini adalah doa yang dibaca setelah mengerjakan shalat dhuha : اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَ الْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَ الْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَ الْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَ الْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَ الْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِيْ السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَ إِنْ كَانَ فِيْ الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ. Read the full article












