#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-11 Kota yang Selalu Istimewa
Apa kabar Jogja? Masihkah kamu rendah hati dan sederhana? Ah.. pasti masih. Kalau tidak, tidak mungkin aku merindukanmu. Sudah setahun lebih berlalu tanpa kembali mengunjungimu. Padahal sudah dua kali aku melewatimu di pertengahan tahun lalu. Tapi aku tidak sempat menengok pesonamu.
Kalau ke kotamu itu, paling suka aku dan teman-temanku menghabiskan malam di angkringan tugu. Melahap nasi kucing dan beberapa tusuk sate telor puyuh. Juga sesekali bercanda dan bertukar cerita setelah seharian lelah berbelanja. Ah, Malioboro dan Pasar Beringharjo itu seperti surga belanja. Kalap aku dibuatnya. Dari mulai perintilan kecil hingga tas sepatu dan pakaian. Untungnya aku bisa bahasa Jawa, jadi pendudukmu yang berjualan tetap memberikan harga murah. Banyak sekali jika harus kusebutkan alasan aku selalu ingin kembali. Dari mulai pemandangan, kuliner, tempat belanja dan wisata hingga penduduknya. Semuanya aku cinta!!!
Tahu tidak yang paling menarik di kotamu itu apa? SENI ! Semua orang yang pernah mengunjungimu pasti sepakat bahwa kesenianmui adalah daya tarik paling tinggi. Mulai dari seniman jalanan hingga seniman besar juga hasil kesenian yang begitu banyak jumlahnya dari dulu hingga sekarang. Ah semua tentangmu membuat aku rindu. Bahkan bencana tidak membuat aku dan banyak orang kapok untuk kembali. Tunggu aku yaa. Aku akan kembali bersama dia yang telah memaksaku meninggalkanmu waktu itu.
Pelancong setiamu













