Tantangan 15 Hari Zona #5 Day 11

seen from United States

seen from Germany
seen from Macao SAR China

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from T1

seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
Tantangan 15 Hari Zona #5 Day 11
Tantangan 15 Hari Zona #1 Day 11
Assalamu’alaykum, good readers :)
Hari ini suami saya sudah kembali ke rumah, namun jadwal kerja beliau hari ini adalah shift pagi, sehingga kami baru bisa mengobrol saat beliau sudah selesai bekerja di sore hari. Dan inilah jurnalku hari ini. :)
Temuanku hari ini? Saya merasa kami berdua perlu belajar kembali untuk memperbaiki tilawah kami dengan belajar tahsin. Jadi saya mencoba menyampaikan kepada suami saya mengenai pendapat saya tersebut, alhamdulillah suami saya setuju. :)
Tantangan yang kuhadapi hari ini? Saya menyampaikan pendapat saya dengan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan suami saya dan menghindari suami saya dari perasaan digurui oleh saya.
Poin komunikasi produktif hari ini ? choose the right time, fokus pada solusi, dan i’m responsible for my communication result.
Rencanaku esok hari? Melakukan komunikasi produktif dengan suami saya, namun belum tahu akan membahas apa.
Berapa bintangku hari ini? ⭐⭐⭐⭐⭐
Bintang 5! Alhamdulillah, suami saya setujuuu. :)
Demikian jurnalku hari ini, wassalamu’alaykum :)
- Handuk -
Sore ini setelah memandikan Ara, dia lari keluar dari kamar mandi tanpa mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Saya lantas mengejar Ara dengan handuk ditangan, begitu tertangkap saya langsung mengeringkan tubuhnya. Ara lalu naik ke tempat tidur, saya hendak memakaikan baju untuk Ara tetapi handuk basah ini tidak mungkin saya geletakkan di tempat tidur, akhirnya saya minta tolong suami untuk menjemurnya, “pak tolong handuknya Ara dijemur”
Setelah selesai memakaikan Ara baju, saya bergegas shalat ashar dikamar sebelah, selesai shalat saya lihat suami sedang menonton siaran moto 3 sambil berkalung handuk basah Ara, “pak kok belum dipepe?”
“Iya sebentar” katanya
Saya menuju dapur untuk mencuci sisa piring bekas bumbu rujak buah dan memasak air untuk membuat teh. Setelah membuat teh saya mengecek apa yang dikerjakan Ara, “oh...Ara sedang makan roti” kataku dalam hati. Lalu pandangan saya teralihkan ke suami yang masih duduk dengan manis, saya lalu mendekati suami.
Saya : “nunggu apa pak? Kok nggak dijemur jemur juga?”
Suami : “iya, jemur handuk sekalian mandi ya”
Saya : “mandi sekarang gih” sambil menepuk pundaknya
Lalu pertandingan moto 3 sudah menunjukkan akhir, juara sudah naik ke podium lalu dia menuju kearahku dan berkata “iya sekarang mandi” sambil memencet hidungku.
———
Tantangan hari ini adalah “no kode” kalau mau minta tolong, berdasarkan pengalaman yang lalu kalau pakai kode pebih banyak ngelus dadanya. Suami saya tipe orang yang efisien, sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui, jemur handuk sekalian mandi karena satu tempat, tapi yang namanya ibu-ibu kalau tidak langsung dikerjakan lebih banyak ngomelnya, alhamdulillah gak pake ngomel-ngomel hari ini.
———
———
Rencana esok harus tetap sabar, masih belajar ngomong yang baik dan benar dalam berkomunikasi dengan suami dan anak.
———
Poin hari ini perfect!! 5 bintang ❤️
Untuk Lelaki Kecilku
Kamu sehat, boy? Masih suka main sepak bola dari pulang sekolah tanpa mandi hingga adzan Maghrib? Malam ini ada pr yang harus dikerjakan tidak? Mau makan sekarang atau nanti malam? Ada cerita apa hari ini?
Tahukah kamu betapa rindunya aku? Kemarin lusa kamu mengirimi aku pesan singkat melalui kontak Mama dengan ketikanmu yang masih beratakan. ‘Kapan pulang?’, katamu. Saat itu juga air mata tak dapat aku bendung. Kamu selalu membuat kesal setiap hari, setiap hari pula aku bersyukur Tuhan telah menghadiahimu.
Lelaki kecilku, saat ini kamulah lelaki yang ku elu-elukan setelah Papa. Teruslah menjadi apa yang kamu suka. Teruslah asah kemampuanmu bermain bola, mewarnai, bersepeda dan apapun yang mengusik rasa penasaranmu. Jangan takut dunia yang besar ini, kamu jauh lebih kuat karena tangan Penciptamu.
Semoga kamu tumbuh dengan sebagaimana mestinya tumbuh, semoga kamu menjadi yang terbaik untukmu dan sekitarmu, semoga kamu kelak menjadi pria seperti Papa.
Sampai dengan surat ini akan kamu baca nanti, aku tak kan lupa bagaimana caramu menyapa saat pulang sekolah. “Assalammualaikum. Kak Ayu, Azis pulang. Main bentar ya, nanti sore mandi. Dadah.”
Lengkap dengan kecup di pipi.
Dari Aku, Kakak perempuanmu.
Hari Ke-11 Yang Mati Suri
untukmu. perempuan yang menghidupi.
setelah selama ini, yang terdengar hanya nada - nada elegi. silamku mengantarkan lelapku nyenyak dalam peti. lebih memiih mati sendiri. tak ingin lagi mencicipi hangatnya matahari. sebab yang ku tahu tentangnya, tak lebih hanya panasnya yang melukai.
tapi setelah kunjunganmu ke pusaraku yang sepi. berbeda dengan yang sebelumnya datang hanya menaruh simpati, hanya seolah peduli. agar tak diakui sebagai orang yang pernah mengalami. kau malah menaruh bunga melati putih, mengusap nisanku lembut dengan jemari sambil memberikan senyum merekah berseri. ibarat Nabi yang memiiki kemampuan menghidupkan yang mati, dengan sihirmu kau telah menuntunku untuk kembali. membongkar kuburanku sendiri, mengusir segala sepi yang telah terlalu lama menyendiri.
kini, karenamu aku menyadari tak lebih hanya mati suri. sebab hati, kembali memiliki sesuatu untuk dihidupi. dengan nafas-nafas yang kau hembus hingga sendi. membuat gerakku tak lagi hanya sunyi. karena kau yang datang tanpa terduga, telah ramai menghidupi. mengajariku lagi tentang matahari. bersenandung nada-nada lirih. yang sejak lalu ku pilih ku buat mati.
patut ku berterimakasih. sebab "hati yang telah memilih mati, kini hidup kembali." sesuatu yang harus ku syukuri.
puan, semoga nanti tak ada lagi hati yang mati. kecuali mati yang benar-benar menuju Ilahi.
dariku, yang mati suri.
#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-11 Kota yang Selalu Istimewa
Apa kabar Jogja? Masihkah kamu rendah hati dan sederhana? Ah.. pasti masih. Kalau tidak, tidak mungkin aku merindukanmu. Sudah setahun lebih berlalu tanpa kembali mengunjungimu. Padahal sudah dua kali aku melewatimu di pertengahan tahun lalu. Tapi aku tidak sempat menengok pesonamu.
Kalau ke kotamu itu, paling suka aku dan teman-temanku menghabiskan malam di angkringan tugu. Melahap nasi kucing dan beberapa tusuk sate telor puyuh. Juga sesekali bercanda dan bertukar cerita setelah seharian lelah berbelanja. Ah, Malioboro dan Pasar Beringharjo itu seperti surga belanja. Kalap aku dibuatnya. Dari mulai perintilan kecil hingga tas sepatu dan pakaian. Untungnya aku bisa bahasa Jawa, jadi pendudukmu yang berjualan tetap memberikan harga murah. Banyak sekali jika harus kusebutkan alasan aku selalu ingin kembali. Dari mulai pemandangan, kuliner, tempat belanja dan wisata hingga penduduknya. Semuanya aku cinta!!!
Tahu tidak yang paling menarik di kotamu itu apa? SENI ! Semua orang yang pernah mengunjungimu pasti sepakat bahwa kesenianmui adalah daya tarik paling tinggi. Mulai dari seniman jalanan hingga seniman besar juga hasil kesenian yang begitu banyak jumlahnya dari dulu hingga sekarang. Ah semua tentangmu membuat aku rindu. Bahkan bencana tidak membuat aku dan banyak orang kapok untuk kembali. Tunggu aku yaa. Aku akan kembali bersama dia yang telah memaksaku meninggalkanmu waktu itu.
Pelancong setiamu