Berteman dengan seorang manipulator di tempat kerja itu ibarat berjalan di atas cangkang telur. Awalnya mereka datang dengan wajah paling ramah, tapi perlahan mulai menguras energi. Keahlian utama mereka? Playing victim saat melakukan kesalahan, dan pandai memutarbalikkan fakta sampai kita yang merasa bersalah karena sudah menegur mereka.
Berada jauh dari pusaran hiruk-pikuk keramaian membuatku akhirnya bisa melihat pola ini dengan sangat jernih. Membatasi akses orang-orang seperti ini ke kehidupan kita bukan berarti jahat, itu namanya kewarasan.
Pekerjaan sehari-hari sudah cukup menguras tenaga, tidak perlu ditambah dengan drama kompetisi sosial yang melelahkan. Self-boundaries adalah kunci.
















